Dua kontroversi striker Manchester City itu adalah dia seperti sengaja menginjak pipi Robin van Persie saat terjatuh, sampai-sampai pemain Belanda itu berdarah, dan "kegilaannya" merayakan gol di 10 menit menjelang bubaran.
Begitu menjebol gawang Manuel Almunia dengan sundulan, Adebayor bukannya berbagi kegembiraan dengan fans City, tapi malah berlari kencang sejauh 80 meter untuk kemudian membentangkan kedua tangannya sambil berlutut di areal suporter The Gunners.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Toure, sejak awal Adebayor seperti tidak dihormati pemain-pemain Arsenal. Di tunnel sebelum kickoff misalnya, pria asal Togo itu "dicuekin" walaupun telah lebih dulu mencoba beramah tamah.
Lalu tentang selebrasinya yang "gila" itu, Toure memandangnya sebagai reaksi atas apa yang dialami Adebayor, yang sejak pertandingan dimulai selalu mendapat ejekan dari suporter Arsenal. Fans 'Gudang Peluru' selama ini menganggap mantan pemain AS Monaco itu mata duitan dan tak tahu berterima kasih.
Padahal, kata Toure, Adebayor hengkang karena manajer Arsene Wenger memutuskan melepas dia dengan alasan klub butuh uang. Hal ini yang sepertinya tidak disadari sepenuhnya oleh fans.
"Di awal pertandingan mereka menyiuli dia seakan-akan dia tak pernah memberi apapun untuk klub itu (Arsenal). Ini terasa berat. Sebagian orang tertentu ingin yang lain percaya bahwa dia pergi karena uang. Tapi kami tahu dia dipaksa untuk pergi. Saya tahu karena waktu itu saya ada," tutur Toure dikutip The Sun.
"Saya malah percaya, dia pergi justru untuk memberi uang pada klub ini."
Toure melanjutkan, Adebayor memang berlebihan dalam selebrasi tersebut. Kalaupun itu dimaksudnya sebagai sebuah "protes" atas harga diri yang diusik, lebih baik dia melakukannya di depan Wenger atau anggota direksi yang lain, dan bukannya ke penonton.
"Saya tidak memperingkatkan dia atas tindakan tersebut, tapi aya sempat berusaha menghentikan dia. Saya juga sudah minta maaf pada fans. Dia melakukan ini bukan karena mereka."
"Saya bilang pada Adebayor, itu bukanlah hal yang bagus dan dia minta maaf. Masalahnya adalah mereka mencemooh dia, tapi mereka memberi tepuk tangan pada saya," tukasnya. "Itu sebuah reaksi kebanggaan. Seluruh dunia bisa saja membuat reaksi seperti itu." (a2s/nar)










































