Gerrard adalah produk asli klub asal kota pelabuhan itu. Sejak usia tujuh tahun, ia mulai menimba ilmu mengolah bolanya di akademi Liverpool hingga pada 5 November 1997 ia menandatangani kontrak profesionalnya saat berumur 17 tahun.
Debutnya di tim senior dijalani pada 29 November 1998, menggantikan Veggard Heggem, saat Liverpool bertemu Blackburn Rovers. Sejak saat itu, Gerrard perlahan mulai menunjukkan bakat besar sebagai salah satu gelandang terbaik di Inggris bahkan dunia, serta menjadi pemain kunci bagi Liverpool hingga sekarang dengan berbagai gelar yang telah diberikannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari fakta singkat di atas, bisa digambarkan bagaimana pentingnya Gerrard bagi Liverpool. Sederet bintang lokal macam Robbie Fowler, Jamie Redknapp, Michael Owen, Steve McManaman, David James, John Arne Riise hingga Xabi Alonso, boleh saja pergi. Namun, Gerrard tetap ada di tengah lapangan berseragam Liverpool hingga saat ini.
"Steven Gerrard tak tergantikan di Liverpool. Setiap klub besar punya pemain simbolnya, seorang talenta lokal dengan komitmen panjang kepada klub," aku Torres dalam autobiografinya yang berjudul El Nino yang dikutip Dailymail.
"Pemain banyak yang datang dan pergi, tapi ia selalu di Liverpool. Itu lah dia dan 10 pemain lainnya. Dia segalanya bagi Liverpool. Itu lah Steven Gerrard di Liverpool. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana Liverpool tanpa dia," urai penyerang asal Spanyol itu.
"Tanpa keraguan, dia adalah permain terhebat yang pernah bermain bersamaku. Dia mempunyai segalanya," pujinya.
Tak salah jika Torres mengidolai Gerrard karena loyalitas dan komitmennya kepada The Anfield Gank. Bahkan ia bermimpi suatu saat bisa menggantikan posisi Gerrard sebagai pemimpin armada 'Si Merah', seperti yang pernah ia lakukan di Atletico Madrid.
"Aku sangat ingin menjadi kapten di sini suatu saat karena aku berpikir mempunyai contoh figur yang hebat dalam diri Steven Gerrard," pungkas pemain berjuluk El Nino itu.
(mrp/din)











































