Tak sekali-dua Drogba dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa. Musim panas ini dia bahkan santer disebut-sebut akan hijrah, kendati pada akhirnya dia tetap di Stamford Bridge.
Langgengnya kebersamaan si penyerang asal Pantai Gading dengan klub asal London tersebut berbuah manis. Drogba sejauh ini berhasil tampil memikat di bawah manajer Ancelotti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada satu istilah di Italia: trascinatore. Itu merujuk kepada pemain yang bisa menyatukan tim. Gennaro Gattuso adalah trascinatore di Milan, John Terry adalah trascinatore di Chelsea, tapi demikian juga Drogba," puji Ancelotti di Daily Mail.
Menurut Ancelotti, baik Terry dan Drogba adalah tipikal pemimpin yang tak hanya jago mengangkat semangat rekan-rekannya dengan kata-kata, tapi juga dengan perbuatan nyata di lapangan. Itulah mengapa Drogba pun jadi sosok yang krusial.
"Tak mungkin dia akan pergi. Dia terlalu penting buat kami. Saya tahu mungkin ada beberapa orang yang menilainya seperti primadona, tapi perbedaan seorang primadona dengan seorang pemimpin cuma satu sentimeter."
"Pemimpin menggunakan kemampuan untuk tim, primadona untuk dirinya sendiri, tapi di mata saya Drogba tak pernah jadi sosok primadona seperti itu," papar Ancelotti.
Pujian Ancelotti tak berhenti sampai situ saja. Drogba kemudian bahkan disejajarkannya dengan Marco van Basten.
"Saya dulu main dengan Marco van Basten di Milan. Saya kadang bertanya padanya bagaimana kami harus mengirim bola untuknya. Dia menjawab, 'Operkan saja dan siap-siaplah berlari untuk memberi selamat kepadaku'. Dia selalu yakin bisa bikin gol dan biasanya benar. Ketika dalam kondisi terbaik, Drogba bisa seperti itu," pungkas Ancelotti.
(krs/krs)











































