Musim panas ini Ancelotti memulai petualangan di Inggris. Ini episode baru buat allenatore yang sejak mengawali karir melatihnya tahun 1995 silam belum pernah membesut klub non-Italia.Β
Keraguan sempat membayang mengenai kemampuannya untuk bisa cepat beradaptasi dengan sepakbola Inggris. Tapi sejauh ini Ancelotti berhasil menjawabnya dengan rekor 100 persen dalam enam laga pertama Chelsea di Liga Primer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan hasil buruk tersebut, pria yang kini berusia setengah abad itu pun tak ayal di ambang pemecatan. Beruntung, Dewi Fortuna menaungi dan Reggiana berhasil mengakhir paceklik kemenangan di laga selanjutnya.
"Aku benar-benar berpikir akan dipecat. Laga kami selanjutnya adalah melawan Venezia dan aku tahu aku akan habis jika kalah. Di Italia, wajar buat seorang pelatih untuk berpikir laga berikutnya akan jadi partai terakhir jika tim tak main bagus."
"Tekanan di Italia lebih parah ketimbang di Inggris. Pekan lalu saja temanku Angelo Gregucci dipecat di Atalanta usai hanya empat laga. Untungnya di Reggiana dulu kami bisa menang 3-0 atas Venezia di laga selanjutnya dan kami promosi musim itu," papar dia.
Setelah melewati masa-masa awal karir yang penuh tekanan, Ancelotti sempat enggan berlama-lama jadi pelatih. Dia ketika itu mencanangkan hanya akan melatih Reggiana sampai dua tahun.
"Awalnya hanya sampai dua tahun, lalu mundur lagi dengan menargetkan sampai tahun 2000 dan ketika aku sampai ke tahun itu aku berpikir, 'Aku suka pekerjaan ini jadi aku akan terus sampai 2005'."
"Kemudian di tahun 2005 Milan kalah di final Liga Champions dari Liverpool jadi aku tak bisa berhenti sampai di situ. Kini rencanaku adalah berhenti tahun 2015 dan aku harap masih akan berada di sini bersama Chelsea saat itu terjadi," demikian dia.
Chelsea akan menghadapi Wigan Athletic, Sabtu (26/9/2009) ini. Mampukah Ancelotti memberikan kemenangan ke-7 beruntun buat The Blues?
(krs/krs)










































