Perseteruan Baru Duo Amerika di Anfield

Perseteruan Baru Duo Amerika di Anfield

- Sepakbola
Senin, 28 Sep 2009 12:08 WIB
Perseteruan Baru Duo Amerika di Anfield
Liverpool - Perselisihan Tom Hicks dan George Gillet memasuki babak baru. Kini dua pengusaha Amerika Serikat pemilik Liverpool itu berbeda pendapat soal isu pengambil alihan The Reds oleh miliuner asal Arab Saudi.

Seperti diberitakan Dailymail, Faisal bin Fahd bin Abdullah, seorang putera mahkota Arab berniat membeli 50 persen saham milik Hicks dan Gillet di Liverpool. Tak hanya itu, Faisal yang juga pemilik F6, sebuah perusahaan Pemasaran dan Investasi yang berpusat di Saudi Arabia itu, pun berniat menyuntikkan dana sebesar 200 juta poundsterling atau setara tiga triliun rupiah.

Nilai sebesar itu tentunya sangat membantu Rafael Benitez dalam membangun skuadnya dengan membeli banyak pemain tanpa direpotkan soal anggaran, seperti yang selama ini terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkaca pada Manchester City yang kini berubah menjadi klub kaya usai diambil alih oleh pengusaha asal Uni Emirat Arab, Sheik Al Mansour, Liverpool bisa berharap kalau mereka benar-benar mempunyai tim yang kuat untuk meraih gelar juara Liga Inggris yang sudah 20 tahun dirindukan.

"Kami ingin membeli 50 persen saham klub itu yang saat ini tengah berutang sebesar 245 juta poundsterling (Rp 3,5 triliun). Transaksi itu sendiri, yang kesepakatannya hampir tercapai, akan bernilai antara 200 juta-350 juta poundsterling (Rp 3 triliun-Rp 5 triliun)," ujar Faisal yang dilansir Dailymail.

Deal ini sepertinya tinggal menunggu waktu, sebab Faisal sudah terlihat bersma Gillet duduk bersama di tribun Anfield kala Liverpool melibas Hull City 6-1 akhir pekan lalu. Walaupun menurut juru bicara si pangeran Arab itu, Faisal berada di kota pelabuhan itu untuk menandatangani kontrak kerjasama pembangunan akademi sepakbola Liverpool di negaranya.

"Yang saya tahu pangeran datang ke laga itu kemarin hanya untuk menandatangani kerjasama dengan Liverpool untuk membangun akademi olahraga di Arab Saudi," ucap si juru bicara.

Namun demikian, tampaknya proses take over ini tak akan berjalan mulus sebab Hicks yang juga pemegang saham menolak rencana Faisal tersebut. Hicks tidak punya keinginan sama sekali untuk menjual sahamnya di Liverpool.

Sudah bukan rahasia jika duo Amerika ini sering 'bertengkar' jika ada sesuatu yang menyangkut tentang masalah investor baru yang ingin memiliki Liverpool.

Jika Gillet sudah menjual klub hokinya di Kanada untuk membayar utang Liverpool, lain hal dengan Hicks yang malah memperpanjang kontrak Rafael Benitez dan menarik Christian Purslow sebagai chief excecutive menggantikan Rick Parry.

Bahkan saat Faisal menonton lalu, ada sekelompok fans Liverpool yang membentangkan spanduk yang isinya meminta duo Amerika itu segera cabut dan menjual saham mereka demi kebaikan klub ke depannya.

Lalu, sampai di mana episode baru perselisihan Hicks dan Gillet yang telah berada di Liverpool sejak 2007 ini akan berujung? Kita tunggu saja.

Foto: George Gillet (kanan) terlihat sedang bersama Faisal bin Fahd bin Abdullah (kiri berkacamata hitam) saat Liverpool melawan Hull City.(Reuters/Phil Noble) (mrp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads