1 Oktober 2009 ini, Wenger akan menjalani tahun ke-13nya sebagai pembesut The Gunners sejak memulai debutnya pada Oktober 1996. Pria Prancis ini memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang George Allison yaitu 12 tahun 11 bulan pada Juni 1934-Mei 1947.
Sebuah perjalanan yang cukup panjang untuk Wenger, karena dari 25 tahun karir kepelatihannya, 13 di antaranya dihabiskan bersama 'Tim Gudang Peluru'. Dan itu juga menjadikan ia manajer terlama kedua di percaturan Premier League, setelah Sir Alex Ferguson yang 22 tahun memegang Manchester United.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamu harus menjadi sedikit gila saat berada di Arsenal. Merasa jadi gila karena aku belum punya nama, aku orang asing dan tanpa sejarah apa apun. Mereka harus berani untuk itu," tutur Wenger kepada The Sun mengenai awal direkrutnya dia oleh Arsenal.
"Pertama aku harus meyakinkan orang kalau aku punya kualitas yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan itu. Aku masih mencoba untuk melakukannya hingga sekarang, Tak ada yang berubah," lanjut Wenger.
Pemegang titel Sarjana Teknik Elektro itu memang seorang pekerja keras dan dikenal pantang menyerah. Hasilnya? Pada musim keduanya, Arsenal pun langsung diberikan gelar double winners, Liga Inggris dan Piala FA.
Sebuah pembuktian bagi dirinya yang saat itu menjadi manajer asing pertama yang mampu membawa sebuah klub menjadi juara. Tak seperti sekarang di mana manajer asing bertebaran di Premiership, medio 90-an dulu justru manajer lokal lebih dipuja dan dipercaya.
"Sangat sulit jika membandingkannya pada hari ini, karena setiap manajer asing yang datang, mereka bakal disambut dengan meriah. Tidak seperti saat aku datang dulu. Ada sejarah dan anggapan di Inggris kalau manajer asing itu tidak akan sukses," curhat Wenger lagi.
Tak salah jika Wenger dinilai sebagai pionir dibukanya pintu bagi para pelatih asing di luar Inggris untuk melatih di negara ini. Tercatat nama-nama seperti Gerard Houllier, Gianluca Vialli, Ruud Gullit, Claudio Ranieri, Jose Mourinho, Rafael Benitez, Luis Felipe Scolari, hingga yang terbaru Carlo Ancelotti mewarnani percaturan sepakbola Inggris.
"Sekarang anda mempunyai pandangan yang berbeda. Sekarang anda berpikir hanya manajer asing saja yang bisa sukses dan itu salah."
"Aku percaya aku berkontribusi kepada perubahan sikap mengenai manajer asing. Itu dapat terlihat mewah tapi kupikir tidak semuanya. Aku dapat menunjukkan beberapa artikel di mana publik coba membuktikan kalau manajer asing tidak akan pernah memenangi Liga Inggris," lanjutnya.
"Dan itu semuanya sudah berubah dan pastinya aku berperan untuk itu."
Di bawah Wenger pun, Arsenal disulap menjadi tim yang prestasinya stabil dalam satu dekade belakangan dengan tidak pernah kluar dari empat besar.Para pesepakbola hebat seperti Thierry Henry, Nicolas Anelka, Nwanko Kanu, Patrick Vieira, Cesc Fabregas, dan Emmanuel Adebayor serta yang lain, semua adalah berkat polesan tangan dingin pria 63 tahun itu.
Lalu bagaimana anggapan Wenger mengenai tren belanja jor-joran yang dilakukan sebagian klub besar Eropa saat ini? Untuk seorang Wenger yang tak suka menghambur-hamburkan uang di bursa transfer itu, prestasi yang ia torehkan bersama Arsenal pada Liga Inggris musim 2003/2004 lebih berharga daripada hal tersebut.
"Poin yang paling berharga adalah satu musim tak terkalahkan. Tidak peduli berapa banyak yang lain menginvestasikan uang mereka, tak ada yang bisa melakukan itu(rekor tak terkalahkan)," pungkas Wenger. (mrp/krs)











































