Situs Soccernet memberitakan kalau seluruh gaji pemain dan petinggi Portsmouth belum dibayarkan sejak bulan kemarin. Demikian dikonfirmasi langsung oleh Presiden Eksekutif, Peter Storrie.
Kekosongan kas Portsmouth tersebut salah satunya merupakan konsekuensi langsung akibat pihak bank menguasai seluruh pemasukan dari hak siar televisi dan penjualan pemain. Padahal Pompey dapat uang yang lumayan besar setelah melego Glen Johnson ke Liverpool dan Peter Crouch yang dilepas ke Tottenham Hotspur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain yang membuat pembayaran pemain sampai tertunda adalah lambatnya proses pendanaan ulang oleh pemilik baru, Sulaiman al Fahim, yang resmi melakukan akuisisi pada Agustus lalu.
"Apapun yang kami belanjakan setiap bulannya merupakan pemasukan yang datang dari pemilik baru (Sulaiman Al Fahim). Dia berjanji melakukan pendanaan ulang, dan dia telah menunjukkan saya semua dokumen-dokumennya, tapi saya sama sekali tak tahu soal uang 50 juta poundsterling yang dia bilang akan datang dalam beberapa pekan ke depan," lanjut Storrie.
Meski haknya belum dibayarkan, Storrie menjami kalau apa yang terjadi kini cuma sekadar keterlambatan semata. Pihak klub menjanjikan kalau seluruh gaji yang terlambat dibayar akan bisa diterima pada Jumat (2/10/2009) waktu setempat.
"Saya meyakini kalau dana tersebut sudah akan kami terima dan pemain akan dibayar besok (Jumat). Itu cuma sedikit masalah yang terjadi akibat proses pengambilalihan dan paket pendanaan ulang," ungkap manajer Paul Hart pada BBC.
Masalah keuangan yang menimpa Portsmouth menambah penderitaan mereka di awal musim ini. Dari tujuh laga yang sudah dilalui, David James dkk belum dapat satu pun poin. Terpuruk di posisi juru kunci, ini merupakan start terburuk mereka dalam 79 tahun terakhir.
(din/arp)











































