Dari Istanbul, Athena ke Stamford Bridge

Jelang Chelsea vs Liverpool

Dari Istanbul, Athena ke Stamford Bridge

- Sepakbola
Jumat, 02 Okt 2009 08:31 WIB
Dari Istanbul, Athena ke Stamford Bridge
Jakarta - Untuk kali pertama, Carlo Ancelotti dan Rafael Benitez akan saling berhadapan bukan di final Liga Champions. Setelah drama di Istanbul Park dan aksi pembalasan di Athena, siapa menang di Stamford Bridge?

Rafa dan Carletto mungkin jadi salah satu dari sedikit pelatih yang bisa sampai dua kali saling berhadapan di final Liga Champions. Maka saat Chelsea dan Liverpool saling berhadapan di akhir pekan ini, fokus perhatian tak hanya tersita pada hasil buruk yang diraih kedua klub di laga terakhirnya.

The Blues yang begitu perkasa di awal musim menelan kekalahan pertamanya setelah ditekuk Wigan Athletic 1-3. Sementara The Reds dipaksa menerima kekalahan memalukan saat ditundukkan Fiorentina 0-2 di Liga Champions.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kembali ke sejarah pertemuan si pelatih Spanyol dan pembesut asal Italia, seluruh dunia rasanya tak akan bisa melupakan pertemuan perdana keduanya dalam partai yang disebut-sebut sebagai salah satu final terbaik Liga Champions itu. Rafa kala itu baru menjalani musim pertamanya bersama The Kop sementara Carletto masih jadi bos di AC Milan.

Bertempat di Istanbul Park dalam ajang final Liga Champions 2004/05, Rafa mengejutkan dunia saat dia mampu membalikkan sesuatu yang sepertinya mustahil dilakukan. Ingat bagaimana Milan sepertinya akan menang mudah setelah unggul 3-0 lewat gol-gol yang dilesakkan Paolo Maldini dan Hernan Crespo?

Tertinggal 0-3 di 45 menit pertama, Steven Gerrard cs dengan luar biasa bisa menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sebelum waktu 90 menit berlalu. "Si Merah" bahkan cuma butuh enam menit untuk bisa mencetak tiga gol penyama lewat Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso.

Lewat cerita kepahlawanan Jersey Dudek saat adu penalti, Liverpool akhirnya membawa pulang tropi Liga Championnya yang kelima.

Dua tahun berselang setelah final luar biasa itu, Rossoneri dan The Reds kembali saling berhadapan di final Liga Champions. Tak ada sesuatu yang dramatis dalam pertemuan edisi kedua tersebut.

Kali ini Ancelotti berhasil membuat pembalasan sempurna, lewat dua gol Filippo Inzaghi, Milan menang 2-1. Gol balasan Dirk Kuyt di jelang berakhirnya laga tak cukup untuk menyelamatkan harapan klub kota pelabuhan tersebut.

Lalu seperti apa cerita yang akan tersaji di Stamford Bridge akhir pekan ini saat Ancelotti bersama pasukan The Blues-nya menjamu Rafa yang masih setia menukangi The Reds? Sulit untuk membuat hitung-hitungan lantaran tahun lalu Liverpool justru membuat kejutan saat memutus rekor tak terkalahkan Chelsea di kandang sendiri yang sudah bertahan selama 86 laga lewat gol tunggal Xabi Alonso.

Jika Istanbul 2005 jadi milik Rafa dan Athena 2007 gantian dimiliki Carletto, siapa yang akan berjaya di Stamford Bridge 2009?

(din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads