Dibeli MU dari Tottenham Hotspur seharga lebih dari Rp 460 miliar, ekspekstasi di pundak Berbatov sama sekali tidak kecil. Sayang dari penampilan di musim pertamanya berkostum 'Setan Merah', si penyerang Bulgaria belum terlalu memesona sesuai harganya.
"Di tahun pertamaku aku kecewa dengan diriku sendiri. Aku dalam tekanan besar dan mungkin aku gagal unjuk gigi. Aku pikir aku ingin membuktikan diri kepada para fans," aku Berbatov di The Sun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat ketidakmampuannya tampil prima itulah Berbatov lantas jadi sasaran kritikan, baik dari kalangan pemerhati sepakbola maupun para pendukung MU. Ternyata itu pun tak luput dari perhatiannya sehingga terus-terusan memikirkan.
"Aku tak tahu terkadang di mana kesalahanku. Mungkin perkara keberuntungan, mungkin akunya yang salah..entahlah. Di malam hari aku terus terjaga dan berandai-andai, 'Mungkin aku harusnya tadi aku melakukan ini saja ketimbang berbuat begitu (di lapangan)'."
Salah satu kritikan terbesar yang dialamatkan ke mantan pemain CSKA Sofia dan Bayer Leverkusen tersebut adalah pergerakannya di lapangan. Dia dituding sebagai pemain yang malas bergerak.
"Aku akan jujur, kritik itu sudah mempengaruhiku, tapi bukan dalam cara negatif. Aku mencermati statistik ProZone (analisis data sebuah tim yang dipergunakan manajer) dan melihat bahwa tadinya aku ada di peringkat sembilan dalam hal jarak tempuh."
"Aku itu agak-agak nerd. Mungkin aku lantas jadi terus-terusan melihatnya dan di akhir musim aku ada di tempat keempat. Mungkin saja musim ini aku akan ada di tempat pertama!" seru dia.
(krs/a2s)











































