Pada 26 Oktober 2008, Liverpool menghadiri partai tandangnya ke Stamford Bridge. Tampil dengan sebagian besar pemain utamanya, The Reds sukses menekuk The Blues 1-0 berkat gol Xabi Alonso.
Berselang empat bulan, tepatnya pada 1 Februari 2009, giliran Chelsea yang melawan ke Anfield. Hasilnya? 'Si Merah' menang lagi atas 'Si Biru', kali ini dengan skor 2-0. Kedua gol tersebut diciptakan Fernando Torres di penghujung laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Chelsea mencetak lima kemenangan beruntun, sebelum akhirnya dihentikan Wigan Athletic akhir pekan lalu, maka tidak demikian dengan Liverpool. Pasukan Rafael Benitez ini sudah kalah dua kali dalam enam pertandingan awal. Toh demikian, Kuyt tak peduli.
"Okelah Chelsea punya rekor 100 persen sampai pekan lalu, tapi kami tak khawatir dengan mereka," ujarnya di situs resmi klub.
"Jika kami bermain di level yang seharusnya, kami bisa menang lagi di sana. Kami mengalahkan mereka di kandang dan tandang musim lalu. Jadi, mengapa tidak mungkin musim ini?"
"Dengan mengalahkan Chelsea dan Manchester United dua kali (musim lalu), kami menunjukkan bahwa kami bisa mengalahkan siapa pun di kandang dan tandang," tandasnya.
Tetapi, penyerang asal Belanda ini juga bersikap waspada kepada sang lawan. Ia menyebut Chelsea berbahaya lantaran memiliki striker seperti Nicolas Anelka dan Didier Drogba.
"Chelsea memiliki pemain-pemain yang sudah bersama untuk waktu yang lama. Mereka juga memiliki penyerang fantastis seperti Didier Drogba dan Nicolas Anelka. Namun, kami sudah mengenal gaya permainan masing-masing karena sudah sering bertemu."
(roz/a2s)











































