The Reds membuka musim ini dengan bertandang ke markas Tottenham Hotspur. Namun mereka pulang dari sana dengan tangan hampa. Pasukan Rafael Benitez itu takluk 1-2 di tangan The Lilywhites.
Dua pekan berselang, Liverpool bermain melawan Aston Villa di stadion keramat mereka, Anfield. Tim yang disebut terakhir malah mampu menaklukkan 'Si Merah' dengan skor yang lebih besar. The Villans sukses menang 3-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan dari Chelsea ini tak ayal bakal membuat perjalanan Liverpool --yang belum pernah jadi kampiun Inggris usai menggunakan format Premiership sejak tahun 1992 silam-- ke tahta juara menjadi lebih berat.
Disebut berat karena jarang ada tim yang bisa menjadi juara setelah kalah tiga kali di delapan pertandingan awal. Tim terakhir yang bisa melalui ujian berat ini adalah Manchester United pada 1966-1967. Itu berarti Liverpool memiliki tugas untuk mematahkan catatan yang sudah berusia 43 tahun.
Namun demikian, O'Shea tak percaya jika Liverpool sudah tamat. Bek asal Republik Irlandia ini menyebut, masih terlalu awal untuk menghakimi Liverpool. Bukan tak mungkin The Kop bakal segera bangkit dan langsung meraih rentetan kemenangan.
"Tidak, saat ini masih terlalu dini. Liverpool, seperti yang Anda lihat musim lalu, memiliki kemampuan untuk berlari," ujarnya kepada Sky Sports.
"Tak ada yang mengejutkan bagi saya apabila mereka melaju beberapa pertandingan tak terkalahkan dan kembali ke persaingan," tukasnya.
Liverpool saat ini tersendat di posisi enam klasemen sementara dengan raihan nilai 15. Mereka tertinggal enam angka dari pemuncak klasemen, Chelsea.
(roz/krs)










































