Ketika Zola Mulai Irit Senyum

Ketika Zola Mulai Irit Senyum

- Sepakbola
Selasa, 06 Okt 2009 13:10 WIB
Ketika Zola Mulai Irit Senyum
London - Musim lalu Gianfranco Zola berhasil membuat West Ham United tersenyum. Waktu terus bergulir dan saat ini orang Italia yang dikenal murah senyum itu mulai memasuki masa-masa tegang di Upton Park.

Zola direkrut West Ham pada 9 September tahun lalu untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Alan Curbishley, saat tim ada di papan bawah. Walaupun berstatus debutan, tapi mantan bintang Napoli, Parma dan Chelsea itu mereguk sukses di awal karinya sebagai pelatih, di sebuah liga besar pula.

Di tangan pria 43 tahun itu The Hammers finish di peringkat sembilan, paling tidak naik satu anak tangga dari musim sebelumnya. Tak heran jika sebelum musim lalu berakhir pun ia sudah diberi kontrak tambahan sampai 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah mulai muncul ketika laju Scott Parker dkk di awal musim ini tidak bagus. Dari tujuh pertandingan mereka baru menang satu kali tapi sudah kalah empat kali. Ditahan 2-2 oleh Fulham akhir pekan lalu membuat mereka belum menang lagi dalam enam laga berturut-turut.

West Ham pun hanya berada di atas Portsmouth sebagai penunggu dasar klasemen. Inilah start terburuk tim tersebut sejak terdegradasi dari Premier League di musim 2002/2003.

Jamak kalau situasi seperti itu diiringi dengan rumor negatif. Kabarnya Zola kesal pada sikap anak-anak buahnya saat tak mampu mengalahkan Fulham yang bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama.

Imbasnya adalah hubungan dia dengan ketua eksekutif Scott Duxbury dan direktur teknis Gianluca Nani konon mendingin. Nani adalah orang yang mengurusi transfer, yang mana Zola kecewa dengan penjualan Craig Bellamy di bulan Januari dan James Collins di bursa musim panas lalu.

Sebagai gantinya, West Ham merekrut striker Italia Alessandro Diamanti dan bek Portugal Manuel da Costa, yang sejauh ini baru diturunkan satu kali di liga. Benarkah Zola mulai merasa tegang?

"Skuad ini sangat bagus," ujarnya, mencoba meredam spekulasi tersebut. "Saya sangat senang dengan pemain-pemain yang saya punya. Saya sudah memutuskan mereka dan akan bekerja dengan mereka."

"Saya selalu bilang, apa yang kami lakukan di sini adalah hasil pekerjaan bersama. Hubungan saya dengan Gianluca Nani dan Scott Duxbury juga sangat baik," sambung dia, yang bahkan mengatakan hubungan itu semakin baik.

Untuk mengakhiri paceklik kemenangan Zola punya Stoke City sebagai lawan terdekatnya pada 17 Oktober di Britannia Stadium. Itu menjadi kesempatan besar buat dia kembali tersenyum lebar karena di minggu berikutnya lawan West Ham adalah anggota The Big Four, Arsenal.

"Kami punya semangat yang kuat dan takkan ada yang bisa menghentikan kami dari berusaha mencapai kesuksesan. Poin-poin tidak datang seperti yang kami mau, tapi kami akan meresponnya di lapangan," lanjut Zola seperti dikutip dari Soccernet.

"Tentu saja kami bisa lebih baik daripada saat ini. Saya tetap positif karena memang ada potensi besar. Ini adalah sebuah momen di mana setiap kesalahan bisa sangat merugikan kami."
(a2s/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads