Tiga tahun Drogba bermain di bawah arahan Mourinho di Chelsea. Pada periode tersebut, sinergi keduanya melahirkan enam titel besar, termasuk Piala FA dan trofi Liga Primer.
Kebersamaan keduanya berakhir pada bulan September 2007 ketika Mourinho dan 'Si Biru' pisah jalan. Pada prosesnya Mourinho menangani Inter Milan, yang masih terus dilakukannya sampai sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jose tahu banyak tentang taktik, tapi apa yang membuat dia spesial adalah kemampuannya menangani psikologis pemain dan dalam sepakbola dewasa ini, 90 persen pekerjaan terdiri dari pengetahuan bagaimana melakukan hal tersebut," puji Drogba di Tuttosport yang dikutip Football Italia.
Drogba memang dikenal dekat dengan Mourinho dan kabarnya menjadi salah satu pemain yang paling sedih saat Mourinho pergi. Sempat santer dikabarkan bakal bereuni dengan 'Special One' di Inter, Drogba belakangan meneguhkan tekadnya untuk tetap di Chelsea dengan kontrak baru.
Namun begitu, kekaguman Drogba kepada Mourinho tetap tak berkurang. "Dia tahu bagaimana cara membuat pemainnya mengeluarkan performa terbaik dan aku cinta dia karena atas jasa dialah aku bisa jadi seperti sekarang ini. Aku rela patah kaki demi Mou," lugas Drogba.
(krs/krs)











































