Kisah 'Setan Merah' dan Gol Bunuh Diri

Kisah 'Setan Merah' dan Gol Bunuh Diri

- Sepakbola
Senin, 19 Okt 2009 09:02 WIB
Kisah Setan Merah dan Gol Bunuh Diri
Jakarta - Sepanjang perjalanannya musim ini, Manchester United sudah beberapa kali "dibantu" oleh gol bunuh diri. Yang terakhir bahkan ikut berandil membawa mereka kembali ke puncak klasemen.

Sudah sembilan pekan dilalui sejak Premier League musim 2009/10 dimulai. Dari sembilan pekan tersebut MU telah berhasil meraih tujuh kemenangan, sementara dua lainnya berakhir dengan satu kekalahan dan satu hasil imbang.

Catatan tersebut akhirnya membuat mereka kini memimpin klasemen sementara. Sebagai informasi, ini merupakan kali kedua mereka menduduki posisi tersebut. Sebelumnya mereka sudah pernah berada di sana, tetapi kemudian dikudeta Chelsea usai bermain imbang 2-2 dengan Sunderland.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika The Blues akhirnya takluk 1-2 di tangan Aston Villa akhir pekan lalu, The Red Devils berhasil memanfaatkannya. Bertanding melawan Bolton Wanderers, mereka meraih kemenangan 2-1, di mana satu gol kemenangan mereka didapat dari gol bunuh diri Zat Knight.

Nah, ini bukan pertama kalinya hasil akhir pertandingan mereka "dibantu" oleh gol bunuh diri. Pada pekan sebelumnya, MU bakal kalah dari Sunderland andai Anton Ferdinand tak menjebol gawang timnya sendiri di penghujung laga.

Laga tersebut memang tak berakhir dengan kemenangan untuk MU. Tetapi, setidaknya, mereka masih bisa menyelamatkan satu poin, apalagi kala bermain di kandang. Imbasnya, selisih poin mereka dengan Chelsea kala itu tetap dekat.

Cerita soal gol bunuh diri lainnya ada pada pekan keempat, di mana lawan yang dihadapi lebih besar lagi; Arsenal. Kala itu 'Setan Merah' tertinggal lebih dulu oleh Andrei Arshavin. Namun penalti Wayne Rooney dan kontribusi Abou Diaby yang membobol jala timnya sendiri membuat mereka menang 2-1.

Kalau Arsenal dongkol karena kekalahan tersebut, maka itu adalah hal yang wajar. Manajer Arsene Wenger, yang diusir wasit ke tribun dalam laga tersebut, mengklaim bahwa timnya bermain lebih baik, hanya saja MU memang lebih efektif.

Yang membuat cerita mengenai gol bunuh diri ini makin unik adalah semuanya terjadi di Old Trafford. Efek dari angkernya Theatre of Dreams? Entahlah. Tetapi yang jelas rentetan gol bunuh diri tersebut sedikit banyak membantu MU berada di posisinya saat ini.
(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads