Cuma meraih hasil 100% di tiga laga terakhir fase grup yang bisa menjaga peluang Liverpool lolos ke babak knock out Liga Champions. Kekalahan menyesakkan atas Lyon dinihari tadi membuat The Reds untuk sementara tercecer di tangga ketiga klasemen Grup E setelah mengumpulkan tiga angka dari tiga pertandingan.
Kekalahan atas Fiorentina di pentas yang sama dua pekan lalu saja sudah mengejutkan banyak pihak. Tak heran kalau hasil 1-2 saat menjamu Lyon dinihari tadi membuat Rafa berada dalam tekanan sangat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kans Liverpool untuk mengulang keberhasilan di musim 2007/2008 itu jelas masih terbuka. Tapi itu jelas tak membuat Rafa bisa santai-santai saja mempersiapkan tim di kompetisi antarklub nomor satu itu.
Meski baru di bulan Oktober, wacana pemecatan bukan sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Faktanya, apa yang dialami Liverpool kini mungkin bisa dianggap sebagai krisis terbesar yang dialami Rafa sejak dia mulai bermukin di Anfield tahun 2004 silam.
Dalam perjalanannya, pelatih Spanyol itu sudah beberapa kali diisukan bakal dipecat. Mulai dari perseteruan dengan pemilik klub, rencana kedatangan Juergen Klinsmann hingga masalah seretnya prestasi.
Poin yang terakhir akan kembali jadi senjata untuk melengserkan mantan pelatih Valencia itu dari jabatannya. Meski dua kali mengantar Liverpool ke final Liga Champions, Rafa belum lagi memberi Liverpudlian gelar sejak menjuarai Piala FA tahun 2006 lalu.
Saat kans di Liga Champions terus menyusut, peluang jadi kampiun di kompetisi domestik juga tak terbuka lebar. Dengan empat kekalahan yang sudah didapat, Steven Gerrard cs kini terlempar di posisi delapan klasemen, terpaut tujuh poin dari Manchester United di posisi teratas.
Krisis yang dialami Rafa diprediksi akan mencapai puncaknya pada akhir pekan ini, saat harus menjamu MU di pekan 10 Liga Inggris. Tunduk atas MU akan menjadi kekalahan kelima secara beruntun yang dicatatkan Liverpool. Padahal dinihari tadi mereka sudah "mencatatkan rekor" karena inilah untuk kali pertama dalam 22 tahun menelan empat kekalahan beruntun.
Skenario kemenangan The Red Devils juga bukan sesuatu yang tak mungkin mengingat The Kop terancam belum akan bisa memainkan Fernando Torres dan Steven Gerrard yang dibekap cedera. Jika itu benar terjadi, maka selisih poin dengan anak didik Sir Alex Ferguson akan menjurang menjadi 10 angka.
Media-media Inggris menyebut kalau George Gillett dan Tom Hicks tak akan ragu lagi memberi surat pemecatan jika laga berkesudahan dengan kekalahan di pihak tuan rumah.
Bagaimana, Rafa? (din/krs)











































