Benitez yang datang ke Anfield tahun 2004 memang sudah berhasil mempersembahkan sejumlah gelar seperti titel Liga Champions musim 2004-05 dan Piala FA musim 2006 untuk Liverpool. Tapi di balik kecemerlangan itu, Benitez dinilai punya satu kekurangan besar sebagai manajer.
Menurut Pennant, yang hijrah dari Liverpool ke Real Zaragoza pada musim panas, taktik racikan si pria asal Spanyol tak bisa menguak potensi maksimal dari sejumlah pemain bintangnya, dan justru membatasi perkembangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tak terjadi di Liverpool, ini berhubungan dengan bagaimana manajer berhubungan dengan pemainnya, bagaimana taktiknya dan bagaimana dia sudah membatasi para pemain itu. Pelatih memainkan peran besar saat Anda datang ke tim besar. Jika dia membatasi Anda, maka permainanmu pun jadi beda," paparnya.
Β
Saat ini Liverpool sudah kalah di empat partai beruntun, sebuah capaian yang dicatat sebagai torehan terburuk 'Si Merah' selama 22 tahun terakhir di seluruh kompetisi yang mereka ikuti. Menilik hal itu, Pennant sama sekali tak ragu menuding Benitez sebagai biang keladi.
"Dia manajer hebat dan ada waktunya dia adalah jenius, tapi terkadang pendekatannya malah menghilangkan kemampuan terbaikmu. Liverpool adalah tim hebat tapi mereka harus bermain sedikit lebih bebas dan mengekspresikan diri."
"Lihat Barcelona, Anda tak melihat mereka dibatasi, Anda melihat mereka menghancurkan semua pembatasan dan mereka menang. Mungkin jika Liverpool jadi seperti itu, situasi akan jadi sedikit lebih baik," tandasnya.
(krs/din)










































