Laga ke-200 yang Indah untuk Benitez

Laga ke-200 yang Indah untuk Benitez

- Sepakbola
Senin, 26 Okt 2009 05:25 WIB
Laga ke-200 yang Indah untuk Benitez
Jakarta - Hasil buruk yang dituai Liverpool beberapa laga belakangan membuat Rafael Benitez selaku manajer menuai banyak kritikan. Untungnya, pada laga ke-200, awan kelabu tersibak.

Pada tahun 2004 silam, Benitez datang ke Anfield. Entrenador asal Spanyol itu direkrut 'Si Merah' dari klub Liga Spanyol Valencia, di mana Senor Rafa punya CV mengilap dengan keberhasilan mengantarkan 'Kelelawar' menggondol dua titel juara La Liga dan satu Piala UEFA.

Di musim pertamanya, Benitez langsung sukses besar. Liverpool saat berhasil dia bawa untuk sampai ke final Liga Champions dan menjadi juara setelah menekuk AC Milan di partai puncak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring dengan berjalannya waktu, Benitez kian mantap saja di Liverpool, terlebih setelah musim lalu dia membawa timnya jadi penantang serius gelar Premiership. Trofi itu belum pernah dimenangi Liverpool yang kali terakhir jadi juara di liga tahun 1989-90, ketika format Liga Primer belum dipakai.

Bertolak dari capaian tadi, ekspektasi di musim ini tak ayal meninggi. Namun, performa Liverpool belakangan justru kurang sejalan dengan keinginan mereka jadi jawara Liga Primer.

Dua kekalahan beruntun di tangan Chelsea dan Sunderland menggenapi catatan kekalahan mereka di liga musim ini menjadi empat --musim lalu mereka cuma kalah dua kali. Ditambah dengan sepasang kekalahan di Liga Champions, 'Si Merah' bahkan sudah setia dengan kekalahan di empat laga berturut-turut.

Dengan hasil buruk itu, Benitez pun jadi sasaran kritik. Meski mungkin belum akan dilengserkan dari posisinya karena pertimbangan finansial, fans tetap mulai menunjukkan ketidakpuasan. Liverpudlian sempat mencemooh Benitez ketika melakukan pergantian pemain di laga Liga Champions.

Dengan kondisi kepayahan seperti itu, Liverpool dan Benitez justru harus berjumpa Manchester United, seteru berat mereka yang juga juara bertahan Liga Primer. Hasil buruk di Anfield, tempat duel sengit itu hari Minggu (25/10/2009), jelas akan kian memojokkan posisi sang manajer.

Akan tetapi, laga itu lantas berakhir manis untuk Benitez dan Anfield Gang. Sepasang gol dari Fernando Torres dan pemain yang menggantikannya, David Ngog, berhasil merobohkan 'Setan Merah', menghentikan hasil buruk Liverpool dan melahirkan tiga angka.

Momen itu jadi sangat spesial untuk Benitez yang sudah genap menjalani 200 laga Liga Primer bersama Liverpool, dengan catatan 114 kemenangan, 46 seri dan kalah 40 kali, sebagaimana catatan Eurosport. Di laga nomor 200, Rafa pun bisa bernafas sedikit lebih lega dari sebelumnya.

(krs/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads