Kedatangan Carlo Ancelotti ke Chelsea di musim panas lalu disebut-sebut akan mematikan potensi dari sejumlah winger yang dimiliki tim ini. Pasalnya, pelatih yang kerap dipanggil 'Don Carletto' ini telah mengatakan bahwa dirinya akan menerapkan formasi diamond yang tidak mengakomodir adanya gelandang sayap.
Salah satu pemain yang digadang-gadang akan kesulitan untuk menembus tim utama adalah Joe Cole. Selain berposisi sebagai pemain sayap, pria berusia 27 tahun itu juga mendapat cedera parah sejak awal tahun yang mengharuskannya untuk menepi lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memulai laga comeback saat menhadapi QPR 23 September silam, Cole tampil dengan grafik performa yangΒ meningkat meski hanya bermain di babak kedua saat Chelsea berhadapan dengan Apoel Nicosia dan Aston Villa. Puncaknya, sejauh ini adalah saat ia bermain gemilang kala membantu 'Si Biru' membantai Blackburn Rovers 5-0.
Atas penampilan ciamiknya tersebut, Cole mendapat pujian setinggi langit dari pelatih Ancelotti dan rekan-rekannya. Belakangan pemain yang bisa bermain di kedua sisi lapangan sama baiknya ini mengatakan bahwa dirinya cukup enjoy bermain di formasi 'berlian'.
Ancelotti dalam laga akhir pekan kemarin menempatkan Cole sebagai trequartista di depan gelandang Chelsea lainnya, Michael Ballack, Frank Lampard dan Michel Essien. Usut punya usut, rupanya posisi tersebut merupakan posisi natural Cole saat masih belia dulu.
"Saya sangat menikmati bermain di tengah bersama Frank, Bally dan Michael," tukasnya di situs resmi Chelsea.
"Saya memang dapat bermain di mana saja, namun posisi terbaik saya adalah posisi di mana saya memulai karir saat masih bermain di akademi. Sialnya, saya tidak dapat bermain di tim yang mengakomodir posisi itu dan saya harus bermain di (sayap) kanan atau kiri," terangnya.
(a2s/key)











































