Anelka memperkuat 'Si Merah' selama setengah musim mulai Januari 2002. Tidak lama memang, namun ia berkontribusi untuk membawa Liverpool mengahiri musim 2001/02 di peringkat kedua. Ujung tombak asal Prancis itu bergabung dengan status pemain pinjaman dari Paris Saint Germain.
Namun apa yang ditunjukkan Anelka yang mengemas 26 penampilan dan lima gol di seluruh partai resmi, belum membuat manajer Liverpool ketika itu, Gerrard Houllier, tertarik untuk merekrutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Januari 2008 ia kembali memperkuat salah satu klub The Big Four, Chelsea. Bersama 'Si Biru' pemain kelahiran 14 Maret 1979 itu menunjukkan penampilan yang apik.
Lepasnya Anelka cukup disesali oleh Carragher. "Saya pikir cukup kuat alasan untuk mengatakan bahwa tidak membeli Anelka merupakan salah satu kesalahan terbesar yang pernah dilakukan klub ini," ujar pemain yang akrab dipanggil Carra itu dilansir dari The Sun.
"Lihatlah Anelka serkarang. Ia musim lalu jadi top skorer Liga Primer. Memang cerita tentang Anelka suadh menjadi masa lalu. Namun kemungkinan keputusan kami tak merekrut Anelka tidak pernah bisa kami lupakan," lanjut pemain Liverpool bernomor punggung 23 itu.
Penyesalan Carragher bisa jadi terkait dengan lini depan Liverpool yang kini terlalu bergantung kepada Fernando Torres. Padahal Torres juga tidak bisa dipaksa tampil seratus persen di sepanjang musim. Saat El Nino tidak dalam kondisi terbaik, tak ada ujung tombak yang cukup mumpuni untuk menggantikannya.
Seandainya ada Anelka mungkin tidak akan ada masalah ketergantungan pada satu pemain saja di Liverpool. Di Chelsea, Anelka sudah membuktikan diri ia merupakan pemain multifungsi. Ia bisa menjadi tandem sekaligus pelapis bagi striker utama Didier Drogba.
Foto: Nicolas Anelka ketika bergabung di Liverpool, Desember 2001, (AFP/Paul Barker)
(nar/roz)










































