Betapa besarnya ketergantungan Liverpool pada Fernando Torres, dan juga Steven Gerrard, sudah lama jadi kelemahan klub tersebut. Bukti terakhir yang membenarkan teori tersebut adalah kekalahan 1-3 atas Fulham di Liga Inggris akhir pekan kemarin.
Terlepas dari dua pemainnya yang diusir setelah dapat kartu merah, The Reds tak bisa berkutik setelah El Nino ditarik keluar menit 60. Setelah selama satu jam sebelumnya mampu mendominasi dan menahan imbang 1-1, dalam kurun 30 menit kemudian gawang Pepe Reina dijebol dua kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh Ian Wright, mantan penyerang Arsenal yang kini menjadi penulis untuk media, Benitez disebut terlalu mengandalkan Torres. Berbeda halnya dengan tim-tim besar lainnya yang lebih memiliki banyak opsi pemain.
"Idealnya, seharusnya mereka memiliki tiga pemain top," ujar Wright dalam kolomnya di The Sun.
"Manchester United punya Wayne Rooney, Dimitar Berbatov dan Michael Owen. Chelsea punya Didier Drogba, Nicolas Anelka dan Salomon Kalou. Meski tak sekuat United atau Chelsea, Arsenal juga masih memiliki Robin van Persie, Eduardo dan Nicklas Bendtner untuk diandalkan."
"Jadi, saya ingin tahu bagaimana caranya Rafa Benitez menghentak liga hanya dengan mengandalkan satu penyerang top?"
"Liverpool kini tak lebih kuat dari Manchester City, Aston Villa dan Tottenham Hotspur. Tim-tim itu kini melihat skuad Benitez punya kelemahan dan bisa dikalahkan," tukasnya.
Bagaimana, Rafa?
(roz/din)











































