Ancelotti, Soal Atmosfer Tim & George Best

Ancelotti, Soal Atmosfer Tim & George Best

- Sepakbola
Minggu, 08 Nov 2009 15:14 WIB
Ancelotti, Soal Atmosfer Tim & George Best
London - Carlo Ancelotti membawa banyak perubahan untuk Chelsea, salah satunya menyoal atmosfer di dalam tim. Lalu, apa hubungan dirinya dengan George Best?

Ancelotti datang ke Chelsea usai mengakhiri petualangan delapan tahunnya bersama AC Milan. Kalau pun ada yang dibawanya dari Milan, itu adalah formasi berliannya yang sekarang juga diterapkan kepada The Blues.

Dengan bantuan formasi tersebut, Ancelotti berhasil memaksimalkan kemampuan gelandang-gelandang yang dimiliki Chelsea. Ujung-ujungnya performa Chelsea di awal musim jadi mengilap, dan belakangan bertambah agresif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu baru soal taktik di dalam pertandingan. Lalu, bagaimana dia membangun atmosfer keseharian di dalam tim? Beberapa punggawa Chelsea membeberkan bahwa pria 50 tahun itu cukup kalem. Akibat dari sifatnya itu, para pemain kini bisa lebih rileks dalam melakoni sebuah laga.

"Anda tak bisa menjelaskannya secara detil. Anda memiliki orang yang disukai dan ada orang yang tak disukai, tetapi saya pikir semua orang menyukai Ancelotti," ujar Michael Ballack di Times Online.

"Dia membawa ketenangan kepada semua pemain dan menciptakan atmosfer yang bagus. Carlo adalah manajer modern yang mengerti apa yang dirasakan pemain modern," timpal Petr Cech.

Apa yang dikatakan Ballack dan Cech senada dengan yang dilontarkan Andriy Shevchenko. Penyerang Dinamo Kiev itu pernah merasakan arahan Ancelotti semasa bermain di Milan.

"Dia akan melakukan pekerjaannya (di Chelsea) dengan cara yang fantastis. Dia adalah pelatih yang brilian dan pria yang baik," tukas Sheva.

Well, Ancelotti bukan hanya sekadar pria yang ramah nan kalem. Ia juga menyukai sisi flamboyan dari seorang pria. Tak heran jika ia begitu mengidolai George Best, legenda Manchester United yang dikenal memiliki kehidupan bak selebriti.

"Ceritanya, hidupnya, begitu menarik perhatian saya. Suatu hari orang bertanya, 'Kau ke manakan semua uangmu?' dan dia menjawab, '50% untuk mobil, wanita dan minuman, sisanya saya hamburkan," aku Ancelotti sembari mengutip ucapan Best--meski sebenarnya Best mengatakan 90%, bukan 50%.

"Di Italia ada Gigi Meroni. Dia pemain bertalenta hebat dan bermain untuk Torino. Dia meninggal akibat kecelakaan mobil. Dia bermain seperti Best, dengan penuh kesenangan."

Jadi, malam nanti, Minggu (8/11/2009), di Stamford Bridge bukan hanya pendukung Manchester United saja yang menganggap Best adalah legenda. Masih ada tambahan satu orang lagi di bench Chelsea, namanya Carlo Ancelotti. (roz/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads