"Saya kecewa karena kami bermain baik, tapi kami kalah karena set piece dan saya tidak suka kalah dari set-piece," gusar Carlo Ancelotti setelah Chelsea kalah 1-2 dari Aston Villa beberapa pekan silam. Kala itu, dua gol Villa lahir dari tendangan penjuru.
Dua pekan sebelum bertemu The Villans, The Blues menelan kekalahan 1-3 dari Wigan Athletic. Satu gol The Latics kala itu lahir melalui situasi bola mati. Alhasil Chelsea pun sempat disebut-sebut alergi dengan bola mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah 25 menit babak kedua berjalan, kami mengubah posisi (Michael) Essien dan (Michael) Ballack, dengan Ballack berada di tengah. Manchester United memberikan tekanan kuat dengan (Darren) Fletcher, (Michael) Carrick dan Anderson di lini tengah, dan mereka melakukan pekerjaannya dengan baik. Sulit untuk bermain di tengah dalam laga ini," ujar Ancelotti di situs resmi klub.
"Sangat sulit menundukkan Manchester United, laga berjalan seimbang selama 90 menit dan sangat susah untuk mencetak gol. Kami menang melalui bola mati. Terkadang kami kalah melalui bola mati dan hari ini kami menang melalui situasi tersebut, yang mana merupakan kemenangan yang penting," tukasnya.
Ironisnya untuk MU, mereka merupakan satu-satunya tim di Premier League musim ini yang belum pernah kebobolan lewat bola mati. Sekalinya mereka kebobolan lewat set-piece, The Red Devils akhirnya menelan kekalahan.
(roz/din)










































