Sempat diragukan bisa tampil bareng pada era Luiz Felipe Scolari, kerjasama Drogba dengan Anelka kini menjelma jadi tumpuan lini depan Chelsea. Gol demi gol lahir dari duo pemain Pantai Gading-Prancis tersebut.
Itu tak lepas dari kepercayaan Carlo Ancelotti yang acap menurunkan kedua pemain bersamaan. Alhasil, Anelka dicatat The Sun sudah bikin lima gol dari 18 laga sedangkan Drogba membuat 12 gol dari 15 penampilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tak perlu meyakinkan dia, dia benar-benar menginginkannya begitu. Ancelotti sudah memulai sesuatu di Chelsea dan kami beruntung jadi bagiannya. Kerjsama ini jadi seperti naluriah. Kami berpikir tentang pola serupa di saat yang sama," lanjutnya.
Dengan keberadaan Anelka, beban Drogba juga drastis berkurang. "Aku harus mengakui bahwa lebih nyaman buatku bermain bersama Nico saat menyerang. Usai laga aku tak selelah dulu. Terkadang aku bahkan kaget, 'Ada apa? Aku kok tak capek lagi.'"
Reaksi positif serupa dilontarkan Anelka. Dia sama senangnya memberikan umpan kepada Drogba atau menceploskan bola sendiri. Anelka bahkan nyaman-nyaman saja bermain lebih ke dalam demi menyokong rekannya itu.
"Dengan segera aku bisa membayangkan diriku berlari di sekitar Didier. Aku tak datang ke Chelsea hanya untuk bikin gol saja dan jadi bintang tapi juga memberi umpan agar dia bisa bikin gol sebanyak-banyaknya," kata Anelka.
Bermodal hal tersebut, keduanya pun kini sudah jadi momok bagi pertahanan tim-tim lawan Chelsea. Untuk itu, Drogba punya dugaan kenapa kerjasamanya dengan Anelka bisa sangat mematikan.
"Kami saling melihat sebagai sesama rekan satu tim. Mungkin itulah rahasianya," simpul Drogba.
(krs/krs)











































