Ngog dituding Birmingham menjadi perampok kemenangan mereka. Pada menit 71, penyerang The Reds ini terjatuh di kotak terlarang setelah dilanggar Lee Carsley. Dari tayangan ulang televisi menunjukkan bahwa Carsley membuat kontak yang sangat minim dengan Ngog.
Liverpool kemudian mendapatkan penalti dan Steven Gerrard yang menjadi algojonya sukses melakukan tugasnya dengan baik. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga akhir laga. Birmingham yang sebelumnya sudah unggul 2-1 pun harus puas hanya meraih satu poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Lucas justru berpendapat beda. Gelandang asal Brasil yang berada di lapangan menilai kalau wasit Peter Walton sudah tepat dengan keputusannya itu karena Carsley benar-benar melanggar Ngog.
"Sejujurnya aku berada di lapangan saat itu dan melihat dengan jelas kalau itu adalah penalti. Aku pikir tidak ada lagi keputusan lain yang harus dibuat oleh wasit," tegas Lucas di Sportinglife.
"Hal seperti ini sering terjadi dalam sepakbola. Kadang sebagian menganggap itu bukan penalti. Kita hanya perlu memberi kepercayaan kepada David untuk terus bermain. Ia sudah berada dalam kondisi yang bagus dan meningkat sedikit demi sedikit," sambungnya.
Lucas pun mengibaratkan kejadian Ngog seperti apa yang sempat dialami oleh striker Arsenal, Eduardo da Silva. Eduardo pun sempat dicemooh karena aksi diving-nya saat timnya bertemu Glasgow Celtic lalu. Bahkan pemain asal Kroasia itu sempat dihukum oleh UEFA sebelum akhirnya dibebaskan.
"Aku tidak berpikir kalau David akan menjadi target para wasit nantinya. Hal serupa pernah menimpa Eduardo awal musim ini dan kita tahu Eduardo bukan seorang penyelam," ungkap pemuda 22 tahun itu.
"Kita hanya perlu memberi kepercayaan kepada David dan mudah-mudahan ia baik-baik saja di laga berikutnya," tutupnya. (mrp/a2s)











































