'Untung Liverpool Punya Reina'

'Untung Liverpool Punya Reina'

- Sepakbola
Kamis, 19 Nov 2009 10:41 WIB
Untung Liverpool Punya Reina
Liverpool - Performa Liverpool saat ini sedang tidak mengesankan. Tapi situasi bisa lebih parah lagi jika gawang 'Si Merah' bukan dikawal oleh Jose "Pepe" Reina.

Sudah lima kekalahan diderita Liverpool musim ini, padahal mereka baru menjalani total 12 pertandingan saja. Ini membuat Anfield Gang harus tercecer di posisi tujuh klasemen, dengan ketinggalan 11 poin dari pemuncak klasemen Chelsea.

Capaian ini jelas jauh dari harapan mengingat saat ini Liverpool punya ekspektasi tinggi setelah mengakhiri musim lalu di tempat kedua di bawah Manchester United. Saat itu mereka hanya kalah dua kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keadaan tersebut jelas tidak baik. Namun, Alan Hansen yang mantan pemain Liverpool periode 1977-1991 menilai bisa saja menjadi malah lebih buruk jika tak ada Reina.

"Pepe kembali jadi tidak tergantikan musim ini dan kini harus dipandang sebagai salah satu kiper terhebat Liverpool. Dia sejajar dengan Ray Clemence dan ini mungkin pantas buatnya karena jika tak ada dia, kami bisa dalam keadaan yang lebih sulit lagi," ujar Hansen di The Sun.

Pandangan tersebut dilayangkan Hansen karena menganggap bahwa lini belakang Liverpool saat ini terbilang relatif kurang kokoh. Untungnya, di belakang empat pemain belakang itu masih ada Reina.

"Jika empat bek Anda kepayahan dan di belakang mereka ada kiper yang tidak solid, selesailah semuanya. Pepe sudah jadi tembok solid. Dia selalu hebat, tapi jika dia punya sebuah kelemahan saat pertama tiba di Liverpool, itu adalah mengantisipasi bola silang di udara yang mengarah kepadanya dengan cepat."

"Pada awalnya dia juga punya satu-dua masalah dengan tipe umpan silang semacam itu, tapi kini penilaiannya sudah jauh lebih baik. Dalam aspek kualitas lain yang harus dimiliki seorang kiper, Reina ada di atas. Dia dapat diandalkan dan dapat bikin penyelamatan gemilang," puji Hansen.

Selain tenar sebagai mantan pemain Liverpool dan timnas Skotlandia Hansen juga dikenal sebagai komentator, sebuah profesi yang dia jalani usai tak lagi aktif bermain sepakbola.

Salah satu komentarnya yang paling terkenal adalah "Anda takkan pernah memenangi apa pun dengan bocah-bocah", untuk mengomentari kekalahan 1-3 Manchester United --yang diperkuat banyak pemain muda-- atas Aston Villa di partai pembuka Liga Primer 1995-96. Di akhir musim, MU jadi juara.


(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads