Semasa aktif bermain Hughes pernah memperkuat Chelsea selama tiga tahun, sejak 1995. Ia merasakan masa-masa kebangkitan Chelsea seiring datangnya pemain-pemain internasional macamΒ Ruud Gullit, Gianluca Vialli, Gianfranco Zola, Roberto Di Matteo, dan Frak Leboeuf.
"Ketika saya bergabung ke Chelsea, klub itu sudah puasa gelar selama 20 tahun. Saya datang di hari yang sama dengan Ruud Gullit. Sejak itu terjadi perubahan cukup signifikan," ujar Hughes seperti dilansir dari ESPN Star.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi itu disebut Hughes mirip dengan apa yang dia alami di City saat ini. Ketika pria asal Wales itu menjadi nahkoda, The Citizens juga dalam situasi puasa gelar dalam waktu yang cukup lama. Ia berharap timnya bisa menjadi seperti Chelsea.
"Memang kejadian itu sudah 15 tahun silam. Namun ini merupakan buah dari perjuangan Chelsea dari waktu ke waktu."
"Chelsea punya uang sekaligus tim juara. Kami berusaha untuk mencapai level di mana kami bisa kompetitif secara reguler," tambah manajer berjuluk Sparky itu. Ucapan Hughes bisa jadi bermaksud kepada keinginannya membawa City menjadi tim yang memiliki tradisi kuat di suatu kompetisi.Β
Minggu (6/12/2009) dinihari WIB Hughes akan menahkodai City menghadapi klub "acuannya" yakni Chelsea. Manchester Biru punya rekor buruk ketika bertemu London Biru.
"Kami telah melakukan langkah besar musim ini, meski untuk itu ada beberapa hasil yang membuat kami frustrasi karena kami 'diadili' oleh uang yang kami belanjakan di bursa transfer," pungkasnya.
(nar/nar)











































