Sebagai pemain yang mengawali karirnya di akademi sepak bola MU, Gibson tak melalui jalan yang mudah untuk bisa menembus skuad utama. Bercokolnya gelandang-gelandang semodel Paul Scholes, Ryan Giggs, Owen Haregreaves dan Michael Carrick membuatnya harus menunggu cukup lama.
Kalau pun ada kesempatan tampil, itu hanyalah sebatas bermain di Piala Carling. Sir Alex Ferguson memang kerap menurunkan pemain muda di turnamen tersebut. Toh meski cuma di Piala Carling, Gibson tetap menunjukkan performa bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah saat-saat sulit untuk United. Sejujurnya, saya tak suka melihat pemain cedera, tetapi hal itu malah memberikan saya kesempatan untuk membuktikan diri," ujarnya kepada Sky Sports.
Β
"Bermain tiga kali dalam satu minggu adalah hal yang berat, tetapi manajer mempercayai saya. Saya pikir saya sudah memanfaatkan kesempatan itu dengan baik."
Pemain berusia 22 tahun yang akrab disapa Gibbo ini tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan terakhir MU. Satu ketika menundukkan Tottenham Hotspur di Piala Carling, sementara dua lainnya ketika menumbangkan West Ham United di Premier League dan VfL Wolfsburg di Liga Champions.
Hasil dari tiga kali penampilannya itu pun tergolong brilian. Gibson mendulang tiga buah gol, yang mana semuanya ia ciptakan dari trademark-nya; sepakan keras jarak jauh.
Harapan Gibson musim ini sederhana saja. Pemain berkebangsaan Irlandia Utara ini berharap Sir Alex lebih sering memainkannya ketimbang musim lalu.
"Saya merasa, musim lalu adalah musim pertama saya. Jadi, saya berharap mendapatkan kesempatan lebih banyak lagi musim ini," tandasnya.
(roz/mrp)











































