Tahun 2007 kursi kepelatihan Rafa sempat digoyang dengan Klinsmann digadang-gadang akan menjadi pembesut baru buat Steven Gerrard dkk. Sebabnya adalah hubungan tak harmonis antara sang pelatih dengan duo pemilik klub, George Gillett dan Tom Hicks
Saat itu isu tersebut sempat berhembus kencang karena Gillett-Hicks dikabarkan sudah sempat bertemu dengan Klinsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka punya beberapa pemain yang bisa berbuat banyak tapi tidak di semua posisi. Permainannya tak benar-benar mengalir di sana dan mereka kurang kreativitas. Jika semuanya bergantung pada Torres atau Gerrard, maka itu tak akan cukup," ungkap Klinsi di TheSun.
"Anda tak bisa meletakkan semuanya pada dua pemain. Itulah mengapa mereka butuh lebih banyak kualitas di dalam tim untuk memastikan bisa menyelesaikan musim di empat besar," lanjut mantan striker Tottenham Hotspur itu.
Yang juga jadi keprihatinan Klinsi adalah kegagalan lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Dengan kualitas yang dimiliki, The Reds dianggapnya tak punya lawan yang menyulitkan di fase grup.
"Itu sebuah kejutan besar Liverpool gagal lolos ke 16 besar karena mereka selalu bisa ke sana dalam beberapa tahun terakhir dan meraih sukses luar biasa. Menyedihkan melihat Liverpool tak berada di fase knockout karena di sanalah mereka seharusnya berada, Liverpool punya nama besar di benua ini."
"Menurut saya mereka kurang kreativitas dan pemain No.10 yang sesungguhnya, seorang playmaker dan striker berkelas dunia selain Torres. Membuat frustasi melihat posisi mereka saat ini. Dari enam pertandingan mereka tak bisa bangkit. Mereka kurang punya kualitas," papar Klinsman menganilisa.
Di Liga Champions Liverpool dua kali menelan kekalahan kandang, salah satunya atas Fiorentina di laga pamungkas. 'Si Merah' pun disebut matan pelatih timnas Jerman itu tak akan punya daya saing saat harus menghadapi raksasa Eropa macam Real Madrid atau Barcelona.
"Saya tak berpikir kalau Fiorentina adalah ancaman dalam kompetisi ini. Kami bermain menghadapi mereka musim lalu (dengan Bayern Munich) dan mereka bukan tim papan atas."
"Kita tidak sedang membicarakan Chelsea atau Real madrid atau Barcelona di sini - Fiorentina adalah tim kelas dua. Menang di Anfield akan menjadi raihan terbaiknya di musim ini," pungkas pria 45 tahun yang musim lalu gagal menuntaskan pekerjaannya sebagai pelatih di FC Hollywood itu.
Bagaimana, Rafa?
(din/nar)










































