Liverpool ditaklukkan Arsenal dalam laga yang berakhir Senin (14/12/2009) dinihari WIB. Kekalahan ini membuat posisi Si Merah untuk mengejar posisi empat besar makin berat.
Benitez menyayangkan terjadinya gol bunuh diri yang dibuat Glen Johnson di awal babak kedua. Namun bukan Johnson saja yang menjadi "terdakwa" menurut Rafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sulit menjelaskan tentang apa yang terjadi. Kami bermain begitu baik di babak pertama. Kami tampil menguasai laga, memiliki kesempatan lewat Torres, bisa mencetak gol, dan penalti yang tak diberikan," ujar Benitez seperti dikutip dari situs resmi klub.
"Seharusnya kami mendapatkan hadiah penalti. Saya yakin 100 persen (bahwa itu penalti)," seru Rafa. "Pelanggaran adalah pelanggaran, jadi itu penalti. Bila wasit mengambil keputusan tersebut (memberikan penalti), maka itu akan memberikan perbedaan besar untuk hasil akhir laga ini," lanjut eks arsitek Valencia itu.
Meski begitu Benitez tak ingin berpolemik terlalu lama soal tendangan 12 pas tersebut. Ia langsung berbicara tentang laga-laga selanjutnya.
"Satu-satunya jalan untuk memangkas selisih angka hanyalah menang. Bila kami gagal melakukannya maka kami tidak bisa menempel tim-tim lain."
"Laga melawan Arsenal ini bukanlah satu-satunya laga di kompetisi ini. Kita semua tidak tahu apa yang akan terjadi di sepakbola. Namun kami harus realistis, kami harus mengatasi Wigan dan target itu sudah tidak bisa ditawar lagi," tutupnya.
Foto: Steven Gerrard dijatuhkan William Gallas dalam laga Liverpool kontra Arsenal, Minggu (13/12/2009) waktu setempat. Benitez menilai bahwa Liverpool seharusnya mendapat hadiah penalti atas pelanggaran itu (AFP) (nar/key)











































