"Kami membutuhkan performa yang lebih baik di babak kedua dan respon yang kami berikan sangatlah baik - babak pertama milik Liverpool dan Arsenal memiliki paruh kedua," ungkap Wenger usai pertandingan seperti diberitakan SkySport.
Bertandang ke Anfield, Arsenal dalam posisi tertinggal saat laga berakhir di paruh pertama. Namun hanya dalam tempo 13 menit, The Gunners mampu mencetak dua gol, salah satunya hasil bunuh diri Glen Johnson, yang membuat mereka balik unggul 2-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak suka membicarakan soal hal tersebut (teriakan di ruang ganti). Saat ingin menjaganya tetap di ruang ganti. Mereka (pemain) tahu benar apa yang dibutuhkan untuk memenangi pertandingan ini, dan saat Anda kalah dalam pertandingan besar yang kansnya 50-50, maka Anda tidak akan menang. Itu saya lakukan supaya mereka tersadar kalau komitmen mereka (pemain lawan) terhadap Liverpool lebih besar," sambung Wenger.
Satu hal yang disyukuri Wenger dari laga tersebut adalah kegagalan Liverpool menambah gol di babak pertama. Dengan The Reds lebih dominan di 45 menit awal, kebobolan lebih dari satu gol akan membuat The Gunners kesulitan bangkit.
"Saya pikir di babak pertama kami cukup gembira dengan skor 1-0 - situasinya bisa saja membuat kami tertinggal lebih dari itu dan berarti pertandingan sudah berakhir."
"Saya tidak melihatnya sebagai ketiadaan semangat juang - yang muncul adalah rasa takut kalah dalam sebuah pertandingan besar. Anda bisa melihat hal tersebut di babak pertama. Itu menunjukkan tim ini bisa memberi respon dan itu membanggakan," pungkas Wenger.
(din/nar)











































