Benitez, Pecat atau Tidak?

Benitez, Pecat atau Tidak?

- Sepakbola
Senin, 14 Des 2009 10:43 WIB
Benitez, Pecat atau Tidak?
Jakarta - Cuma membawa Liverpool menang tiga kali dalam 15 pertandingan bukanlah catatan yang patut dibanggakan oleh Rafael Benitez. Jadi, akankah Benitez menerima surat pemecatan?

Pertandingan Liverpool kontra Arsenal, Minggu (13/12/2009) malam, sudah memasuki menit 40 ketika seisi Anfield bersorak gembira berkat gol dari tendangan Dirk Kuyt.

Tapi cuma itulah gol tunggal The Reds malam itu. Satu gol bunuh diri Glen Johnson dan satu gol lagi dari Andrei Arshavin berhasil membuat Arsenal mempermalukan empunya stadion.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itulah kekalahan keenam Liverpool di Liga Inggris saja sepanjang musim ini. Bila dihitung-hitung dengan ajang-ajang lain, 'Si Merah' cuma bisa meraih tiga kemenangan dalam 15 laga terakhirnya.

Jumlah kekalahan Liverpool di Premiership bahkan lebih banyak ketimbang yang pernah diderita Stoke City. Dengan catatan seperti itu, hasil buruk bukanlah kejutan. Kemenangan 2-0 atas Manchester United-lah yang pantas disebut sebagai kejutan.

Kans Liverpool untuk jadi juara Liga jelas sudah lenyap. Benitez sendiri sampai telah bosan ditanya seperti itu. "Anda selalu menanyakan hal yang sama," sergah Benitez jengah setelah timnya ditekuk Arsenal.

Di Liga Champions, ajang yang pernah dimenangi Liverpool dengan dramatis tahun 2005 silam, sudah lepas dari genggaman dan Steven Gerrard cs kini harus puas bermain di ajang kelas dua: Europa League.

Mengejar posisi empat adalah sebuah penghiburan yang dipaksakan. Zaman dulu, ketika hanya juara Liga yang berhak ke Liga Champions, tidak ada klub yang mau-maunya berpesta sampanye di akhir musim dengan tercecer belasan poin di belakang tim juara.

Baru-baru ini, Benitez diterpa kritik oleh mantan pemain dan manajer Liverpool, Graeme Souness, yang khawatir di bawah Benitez, Liverpool sedang menuju ke kehancuran.

Benitez yang sensitif langsung menyerang balik. Ia menilai Souness (dan Juergen Klinsmann) tidak pantas mengkritiknya karena mereka berdua juga bukan manajer dengan prestasi cemerlang.

Agak mengherankan bila melihat Benitez masih bisa duduk di kursi manajernya. Dulu, seorang Souness hanya bertahan tiga musim menangani Liverpool karena cuma bisa menghadirkan satu trofi Piala FA. Souness menyudahi kiprahnya dengan sebuah pengunduran diri.

Benitez, dengan satu titel Liga Champions, satu Piala FA dan satu Piala Super Eropa, ternyata bernasib lebih baik walau ia adalah manajer terburuk dalam 22 tahun The Reds.

Setujukah Anda bila Liverpool memecat Benitez? Suarakan pendapat Anda di polling detiksport berikut ini.

(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads