Form is temporary, class is permanent. Melihat istilah tersebut, Liverpool yang sudah pernah meraih 18 titel juara Liga Inggris memang tak perlu dipertanyakan lagi di mana kelasnya. Namun, penampilan mereka saat ini memang jauh dari penampilan klub yang tampaknya bakal menjadi juara musim ini.
Musim belum separuh jalan berlangsung, tetapi pasukan Rafael Benitez ini sudah enam kali menelan kekalahan. Peluang menjadi juara secara matematis memang belum tertutup, tetapi mengejar selisih 13 poin dari Chelsea, yang musim ini tampil relatif konsisten, juga tak bisa dibilang mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan dari The Gunners juga membuat mereka menorehkan catatan kurang memuaskan di Premier League. Dari lima pertandingan terakhir, The Kop hanya mampu menang sekali, sementara sisanya tiga kali imbang dan satu kali kalah. Ada apa dengan Liverpool?
Jamie Carragher menyebut, timnya kini tengah kehilangan karakter mereka sendiri. Ia pun mengakui bahwa ini adalah saat-saat yang sulit untuk timnya dan berharap jalan keluar segera ditemukan.
"Statistik bisa berubah kapan pun dan kami harus mengubahnya. Ini adalah saat yang sulit, tetapi bermain bagi Liverpool berarti kami harus memiliki karakter yang kuat," ujarnya kepada Sky Sports.
"Itulah apa yang kamui butuhkan sekarang. Di antara sekarang sampai bulan Mei akan menjadi saat yang sulit, tetapi kami harus tetap kompak dan melalui ini. Sembari melakukannya, saya juga berdoa kepada Tuhan, semoga di akhir musim kami bisa mendapatkan sesuatu yang layak atas apa yang telah kami usahakan," tukasnya.
Tengah pekan ini Liverpool akan bertanding menghadapi Wigan Athletic. Kemenangan atas The Latics sangat dibutuhkan untuk mendongkrak mental yang tengah terpuruk. Mampukah The Reds melakukannya?
(roz/krs)











































