The Bridge pada Rabu (16/12/2009) akan kedatangan seorang tamu spesial, yakni Grant. Pria Israel itu pernah duduk di bench stadion sebagai manajer Chelsea dalam kurun waktu September 2007-Mei 2008.
Saat itu, Grant didapuk sebagai manajer pasca pemecatan Jose Mourinho. Selama karirnya yang pendek di sana, Grant mau tak mau terus-terusan dibandingkan dengan Mourinho yang bergelimang prestasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chelsea juga berhasil diantarnya mencapai final Liga Champions walau kalah dari Manchester United serta membuntuti lawan yang sama di Premier League. Finalis Piala Liga juga jadi catatannya.
"Di Chelsea, saya mengambil alih sebuah tim yang sedang menukik dan tantangannya adalah membawa mereka kembali ke jalan kemenangan dan saya berhasil," kenang Grant kepada Daily Mail.
Tapi meski berprestasi lumayan, tak ada niat sedikit pun dari Chelsea untuk terus memakai jasa Grant dan memilih mendatangkan Luiz Felipe Scolari. Grant sendiri kembali ke Portsmouth sebagai Direktur Sepakbola.
Di bawah manajerial Paul Hart, Portsmouth terpuruk. Ketika Hart dipecat, Grant pun turun gunung dan kembali menangani David James cs. Tiga pertandingan sudah dilalui dengan satu kemenangan dan dua kekalahan.
"Tantangan di sini berbeda. Yang pertama adalah membawa tim keluar dari dasar klasemen, lalu di masa mendatang mengubah mereka jadi tim yang hebat," ujar Grant.
Grant pasti ingin memperbaiki catatan yang belum meyakinkan itu. Menghadapi Chelsea, motivasi Grant akan bakal berlipat ganda demi membuktikan Chelsea salah telah membuangnya.
(arp/key)











































