Wenger: Sesekali Marah itu Perlu

Wenger: Sesekali Marah itu Perlu

- Sepakbola
Rabu, 16 Des 2009 10:23 WIB
Wenger: Sesekali Marah itu Perlu
London - Sebuah sisi lain dari seorang Arsene Wenger dibahas setelah Arsenal mengalahkan Liverpool di Anfield akhir pekan lalu. Jika harus marah, maka marahlah. Mungkin itu bisa mendatangkan sebuah kebaikan.

Wenger diberitakan marah besar pada para pemainnya saat turun minum ketika timnya tertinggal 0-1 pada pertandingan tersebut. Ia berteriak-teriak antara lain dengan mengucapkan "Kalian tidak pantas mengenakan kostum Arsenal!"

Faktanya, di babak kedua performa The Gunners membaik dan di akhir laga menang 2-1. Menurut para pemain, marahnya Wenger melecut motivasi dan semangat mereka untuk bermain lebih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti tinggal di kawasan gunung berapi. Sebuah perjuangan yang konstan untuk bertahan di dalamnya," demikian Wenger berfilososi, seperti dilansir The Sun.

"Saya sering marah tapi tidak selalu menunjukkannya. Marah pun bisa memunculkan masalah, kita bisa menciptakan beberapa kerusakan yang tak bisa diperbaiki."

"Saya memang mengambil sebuah risiko dengan apa yang saya lakukan di Anfield. Kami bisa saja kalah 6-1, lalu semua orang akan bilang, intervensi saya memulai sebuah kriris.

"Seumpama saya tidak berbicara sepatah kata pun, kami mungkin saja masih bisa menang. Sangat sulit untuk memastikan dampak nyata dari sikap dan perilaku Anda."

"Anda hanya mengikuti insting dan kadang-kadang emosi mengambil alih. Tapi kita tak bisa selalu bertindak seperti itu. Kita harus lebih sering bertindak rasional.

"Ambil contoh ketika Phil Brown (bos Hull City) yang berbicara pada anak-anak buahnya di tengah lapangan saat turun minum di Manchester City (musim lalu). Apakah itu memunculkan sebuah titik terang buat Hull setelah itu? (Hull kalah 1-5--Red). Orang-orang menuding dia begitu. Tapi mungkin itu memang bagus untuk tim."

Malam ini, rabu (16/12/2009), Wenger dan pasukannya akan bertanding melawan Burnley, klub yang menyingkirkan mereka di Piala Carling musim lalu. Sang "Profesor" merasa yakin timnya bisa menang dan tetap menjadi penantang juara.

(a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads