Keroposnya Pilar Liverpool

Keroposnya Pilar Liverpool

- Sepakbola
Selasa, 22 Des 2009 10:38 WIB
Keroposnya Pilar Liverpool
Jakarta - Dibandingkan musim lalu, Liverpool musim ini sangat jauh berbeda. Ini dinilai tak lepas dari buruknya performa para pemain pilar 'Si Merah' yang tak lagi sesolid musim sebelumnya.

Penilaian tersebut dilontarkan oleh Alan Hansen, pemain Liverpool yang membela klub tersebut pada periode 1977-1991 dan kini beralih menjadi pengamat dan komentator dunia sepakbola.

Analisanya tersebut bukan dikeluarkan tanpa dasar. Tengok posisi Liverpool di klasemen Liga Primer, di mana mereka masih terpuruk di posisi delapan kendati musim lalu sukses jadi runner-up. Setali tiga uang di Liga Champions karena perempatfinalis musim lalu itu kini sudah tersingkir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Musim lalu Liverpool punya sejumlah pemain yang sukses jadi tulang belakang, kiper (Jose) Reina, (Jamie) Carragher yang juga main bagus, (Javier) Mascherano brilian, (Xabi) Alonso, (Steven) Gerrard, (Fernando) Torres, dan para pemain lain hanya jadi penyokong. Mereka main dengan pede dan kami pikir mereka pemain yang oke," nilai Hansen di Daily Mail.

Seperti diketahui, musim panas ini Liverpool melepas Alonso ke Real Madrid. Kehilangan satu pemain pilar itu ternyata tak lantas diimbangi dengan munculnya pemain pengganti yang sepadan. Ditambah dengan menurunnya penampilan pemain pilar lain, jadilah tulang penyangga Liverpool keropos. The Kop pun limbung.Β 

"Saat keenam pemain itu kesulitan, atau dalam kasus Alonso, meninggalkan klub, para pemain penyokong otomatis harus maju dan menggantikan. Sialnya, mereka belum mampu melakukan ini. Hasil Liverpool saat ini amat sangat memalukan," cetus Hansen.

Kontrasnya Liverpool musim lalu dengan saat ini dapat dilihat jelas dari statistik kebobolan mereka. Jika musim lalu Reina mampu mencatat 25 clean sheet dalam penampilannya di seluruh kompetisi Liverpool, saat ini situs wikipedia menulis bahwa dia hanya membuat enam clean sheet saja.

Tentu saja buruknya penampilan Liverpool atau banyaknya jumlah kebobolan gol tadi bukan semata kesalahan Reina saja melainkan akumulasi dari performa keseluruhan para pemain Liverpool. Toh, jika lini lainnya tangguh, kiper niscaya tak kerepotan karena lawan memang takkan punya banyak peluang.

"Kenapa (hasil buruk) ini terjadi? (ini dikarenakan) Sedikit dari segala sesuatu, tapi kami harus mendapatkan rasa percaya diri secepatnya," lugas bek Liverpool Daniel Agger.


(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads