Demikian hasil analisa seorang konsultan mental di klinik The Sporting Mind dalam wawancaranya dengan CNN. Buruknya performa Liverpool di musim ini, padahal ada ekspektasi besar untuk mengakhiri puasa gelar Liga Inggris, jadi pemicu pernyataan tersebut di atas.
Tekanan pada Rafa bertambah lantaran The Reds gagal melangkah ke babak 16 besar Liga Champions, kondisi yang menyebabkan klub tersebut kehilangan pemasukan minimal sebesar 15 juta poundsterling. Pemberitaan media-media Inggris yang memang terkenal kejam membuat Rafa tak bisa lagi menunjukkan ketenangannya di pinggir lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situasi seperti itu mantan pembesut Valencia itu justru dianggap membuat kesalahan lantaran berani menjami Liverpool bisa masuk posisi empat besar di akhir musim. Tindakan tersebut dianggap sebagai upaya menenangkan diri yang, sayangnya, justru menjadi bumerang karena akan makin menambah tekanan yang datang.
"Tak seorangpun bisa menjamin apapun, terutama di sepakbola, karena Anda tak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi. Benitez tak bisa mengendalikan apa yang Chelsea atau Manchester United lakukan."
"Komentar itu akan terus menghantuinya hingga akhir musim dan jika ada kondisi buruk terjadi, (komentar) itu akan diungkit kembali," sambung Barton.
Tudingan Rafa terhadap wasit saat timnya kalah akhir pekan kemarin juga dianggap makin menegaskan kalau dia tengah dalam tekanan hebat. Meski menyerang wasit umum dilakukan manajer Inggris, aksi protes Rafa disebut tak meyakinkan.
"Pelatih seperti Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho bisa menyalahkan siapa saja jika mereka kalah, tapi keduanya melakukan itu dengan meyakinkan dan penuh kepercayaan diri, sangat meyakini apa yang mereka ucapkan. Saat Benitez bilang kalau 'Wasitnya sempurna', itu terlihat dia seperti tengah menggenggam jerami. Itu sesuatu yang abstrak."
Lalu apa yang seharusnya dilakukan Rafa mengingat kompetisi masih menyisakan setengah musim lagi? Hal teratas yang harus diperbaiki adalah memperbaiki kepercayaan terhadap diri sendiri, yang nantinya akan berpengaruh pada seluruh tim.
"Sangat sulit untuk melakukan itu dalam waktu singkat tapi dia harus mengembalikan kepercayaan diri sendiri dan membawanya ke dalam tim. (Steven) Gerrard dan (Fernando) Torres memang penting, tap;i begitu juga dengan seluruh skuad yang lain.
"Dia membeli semua pemain itu dengan sebuah alasan dan mereka semua mampu untuk itu, Rafa harus mengingatkan seluruh pemain soal hal tersebut," tutup Barton.
(din/din)











































