MU Larang Pemainnya Tanda Tangan Merchandise
Selasa, 06 Apr 2004 14:30 WIB
Jakarta - Kolektor pernak-pernik asli Manchester United bakal kecewa berat. Pasalnya, tim kelas dunia ini memberlakukan aturan kepada pemainnya untuk tidak membubuhkan tanda tangannya di kaos ataupun barang lainnya.Menurut penjelasan manajemen The Red Devils langkah ini diambil untuk memerangi pemasaran jual beli barang-barang MU dengan tanda tangan asli di internet. Merchadise yang sudah dibubuhkan tanda tangan pemain MU ternyata di pasaran dijual dengan harga yang sangat tinggi.Aturan ini dibuat setelah melihat beberapa kasus yang terjadi. Beberapa dealer sengaja membayar kepada penggemar-penggemar MU yang biasanya dilakoni oleh para anak sekolahan yang sengaja menunggu para pemain untuk meminta tanda tangannya. Setelah itu, barang-barang yang sudah ditanda tangani akan dikembalikan kepada dealer untuk dijual di internet.Hari minggu lalu di kompleks latihan Carrington tempat Cristiano Ronaldo dkk berlatih mulai diberlakukan peraturan tersebut. Pagar-pagar ditempeli selebaran yang berisi larangan untuk para penggemar meminta tanda tangan pemain di T-shirt, bola atau barang sejenisnya. Hal ini jelas membuat para penggemar yang telah menunggu kecewa."Sudah buruk kami harus melihat mereka seperti dari penjara. Sekarang ada larangan ini. Sangat menyedihkan," ujar seorang fans seperti dilansir YahooSports.Meski demikian, bukan berarti MU melarang pemain untuk menandatangani sehelai kertas. Hanya kertas, foto dan jadwal pertandingan yang boleh diberikan tanda tangan para pemain."Ini semua karena pemburu tanda tangan asli yang menjual di internet. Kami semua menyesalinya, terlebih lagi para anggota tim. Tetapi jelas aksi ini diperlukan untuk menghentikan perdagangan para dealer yang menjualnya dengan harga yang sangat keterlaluan," tandas seorang juru bicara Manchester United. (erk/)










































