Dengan dikontraknya Mancini oleh City akhir pekan lalu , berarti selama 23 tahun kepemimpinan Fergie di Manchester United, rival sekotanya itu telah 14 kali mengganti manajernya.
Jika dirata-rata setiap 1,642 musim sekali sejak Fergie datang ke Old Trafford tahun 1986, City selalu punya pelatih baru. Jika dipersempit lagi dalam kurun waktu delapan musim terakhir, City gonta-ganti pelatih sebanyak lima kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang kedua adalah Stuart Pearce yang menjadi suksesor Keegan selama dua tahun sampai Juli 2007. Lalu Sven Goran Eriksson yang hanya bertahan semusim sebelum digantikan Hughes pada Maret 2008.
Hughes pun senasib dengan Erikkson. Diberi materi pemain bintang dan dana berlimpah, Hughes tak mampu memenuhi keinginan pemilik klub yang ingin City bermain indah untuk menyamai prestasi MU.
Alhasil, surat pemecatan pun hadir dan gelombang protes dari sesama manajer di Premiership pun berdatangan. Tak terkecuali dari Fergie yang adalah 'musuh' dari City.
"Sulit menjadi manajer ketika kamu berada sekota dengan Manchester United dan berpikir mengenai kesuksesan yang telah kami dapatkan selama ini," ungkap Fergie.
"Mengganti manajer bukan berarti anda akan menjadi sukses. Terkadang itu bisa jadi dorongan awal yang baik namun tidak akan terjadi dalam jangka waktu yang panjang," sambung manajer asal Skotlandia itu.
Kini Mancini telah menjanjikan sembilan trofi selama ia bermukim di City of Manchester Stadium. Ada baiknya ia benar-benar merealisasikannya atau tidak pernyataan Fergie yang terakhir ini bisa jadi sebuah kenyataaan.
"14 manajer, hanya itu saja? Aku tidak sabar untuk menunggu yang ke-20," sindir Fergie dalam wawancaranya dengan ESPN.
(mrp/din)










































