Kekalahan 1-2 Arsenal atas Stoke City tahun lalu jadi salah satu alasan Wenger mengusulkan dihapuskannya lemparan ke dalam dan diganti dengan tendangan ke dalam. Kala itu dalam laga di Britannia Stadium, dua gol yang dilesakkan tuan rumah berawal dari lemparan ke dalam Rory Delap.
Gelandang berkebangsaan Republik Irlandia itu memang dikenal sebagai pelempar bola dengan daya jangkau paling jauh, rata-rata mencapai 30-40 meter dengan kecepatan bisa mencapai 60 km/jam. Martin O'Neill malah menganggap lemparan ke dalam pesepakbola 33 tahun itu sama dengan tendangan bebas atau tendangan penjuru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya adalah Stoke, yang dilakukan oleh Rory Delap, yang dia lakukan seperti menendang bola. Itu menjadi keuntungan kecil yang tidak fair. Dia menggunakan kekuatan yang tidak biasa digunakan dalam sepakbola," sambung dia.
Dalam pandangan Wenger, jika lemparan ke dalam diganti dengan tendangan ke dalam, maka kejadian seperti yang dialami The Gunners tak akan terulang. Soalnya tendangan ke dalam akan mendorong pengambilnya melakukan operan pendek. Apa lagi sepakbola, disebut Wenger, tak bisa 'dicampuri' dengan penggunaan tangan.
"Sepakbola adalah olahraga tim paling populer di dunia, dan pada suatu hari seorang gila akan berkata 'kami tidak menggunakan tangan'. Bagaimana Anda membayangkan pada hari itu sebuah permainan alami yang dimainkan menggunakan tangan akan menjadi olahraga paling populer," pungkas pria Prancis itu.
(din/mrp)
