Bertandang ke markas Arsenal, Minggu (27/12/2009), Villa dipermalukan oleh dua gol Cesc Fabregas dan satu gol tambahan dari Abou Diaby. Kekalahan menyesakkan karena Arsenal dan Villa berurutan di posisi tiga dan empat klasemen.
"Seharusnya tidak 3-0. Kami bermain bagus. Dari sisi ofensif, kami mungkin cuma kekurangan dalam hal penyelesaian," tutur O'Neill seusai pertandingan seperti dikutip SkySports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan ini menghapus rekor apik Villa yang tak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir. Hasil yang membuat Gabriel Agbonlahor dkk mulai diperhitungkan sebagai kuda hitam Premiership.
Selain itu, Arsenal juga menjadi tim Big Four pertama yang sukses mengalahkan Villa. Tiga tim besar lain, Manchester United, Liverpool dan Chelsea berhasil dibekap skuad asuhan O'Neill.
O'Neill menolak terlalu meratapi kekalahan ini. Pasalnya, pada hari Selasa (29/12), Villa harus menghadapi partai yang juga tak kalah berat, yakni dengan menjamu Liverpool.
"Kami tak punya waktu untuk memikirkannya karena kami punya pertandingan besar di depan mata menghadapi Liverpool. Melawan Arsenal adalah ujian bagi kami dan kami gagal. Ada satu lagi ujian menghadang dan kami harus bersiap," tandasnya.
(arp/nar)










































