Tahun depan Ballack sudah akan berumur 34 tahun. Dan di umur yang terbilang senior atau veteran itu relatif kebanyakan pesepakbola sudah banyak yang mulai menurun penampilannya.
Apalagi di posisi Ballack sebagai seorang gelandang, sudah tumbuh subur pemain-pemain muda berbakat yang siap menggantikannya, baik itu di level klub mau pun timnas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin jika bicara soal prestasi, Ballack lebih bisa disebut mr.runner-up karena lebih banyak dihantui oleh kegagalan merebut sebuah silverware.
Sebut saja di Bayer Leverkusen pada tahun 2002 ketiga klubnya itu jadi runner-up di tiga kejuaran berbeda yaitu, Bundesliga, Liga Champions dan Piala Jerman.
Lalu ketika di timnas Jerman, Ballack harus puas menjadi juara kedua di Piala Dunia 2002 (kalah 0-2 dari Brasil) dan Piala Eropa 2008 (kalah dari Spanyol 0-1).
Pindah ke Chelsea, Ballack mengalami nasib serupa ketika mengalah pada Manchester United di musim 2006/2007 dan 2007/2008 di Liga Inggris. Bahkan di final Liga Champions 2008, harapan Ballack pun kembali kandas di tangan MU.
"Aku tidak pernah memikirkan untuk pensiun, baik itu di klub maupun timas. Aku masih mempunyai ambisi hebat dalam olahraga ini," terang Ballack di Dailymail.
Ya ambisi Ballack itu pun sejalan dengan niatan dirinya untuk memperpanjang masa baktinya di Stamford Bridge yang akan usai musim panas ini.
Dan dengan laju Chelsea yang tengah bagus di musim ini dengan menutup tahun 2009 di puncak klasemen, trofi Liga Inggris bisa jadi ganjaran bagi pengabdian Ballack yang sudah memasuki musim keempatnya bersama 'Si Biru'.
Total 119 kali Ballack memperkuat Chelsea di seluruh kompetisi dan mendonasi 24 gol.
"Aku pikir aku masih bisa bermain dalam level terbaikku di Chelsea untuk dua tahun mendatang," demikian pria yang pernah memperkuat Bayern Munich itu.
(mrp/arp)











































