Diberitakan BBC, pihak Portsmouth hingga kini belum membayar gaji pemain untuk bulan Desember. Disebutkan kalau klub tersebut baru akan bisa memenuhi kewajibannya pada 5 Januari mendatang, padahal seharusnya uang tersebut sudah dibayarkan per 31 Desember.
Ini bukan kali pertama Pompey menunggak pembayaran gaji pemain dan staff karena di musim ini saja mereka sudah tiga kali melakukannya (sebelumnya pada September dan November). Kekhawatiran kalau klub tersebut mengalami kerugian dan tak mampu lagi beroperasi pun sudah menyeruak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesama klub Liga Inggris, The Blues dan The Gunners mungkin masih bisa memaklumi, namun tidak demikian dengan klub lain di luar Inggris. Rennes misalnya, klub Liga Prancis itu meminta Portsmouth ditutup karena tak kunjung mampu melunasi pembayaran Aruna Dindane dan Nadir Belhaj.
Masalah keuangan yang menimpa Portsmouth juga harus diiringi dengan buruknya performa mereka. Avram Grant yang ditunjuk sebagai pelatih pada November lalu merupakan manajer ketiga Portsmouth sejak Harry Redknapp angkat kaki. Yang membuat masalah semakin pelik adalah pergantian kepemilikan tim yang juga cukup sering terjadi.
Meski saat ini masih di ambang jurang degradasi, Grant yakin kalau klub yang dibesutnya masih punya potensi untuk setidaknya bisa bertahan di level teratas sepakbola Inggris.
"Saya harap kami memiliki sejumlah dana di bulan Januari. Meski situasinya sulit, tim ini bisa tetap berada di atas. Bulan lalu kami berjarak tujuh angka di zona aman, sekarang jaraknya empat, tapi kami butuh melakukan sesuatu," yakin pria yang sempat mengantar Chelsea ke final Liga Champions itu.
(din/din)










































