Pandangan pertama Wenger kepada Piala FA terjadi ketika ia masih remaja. Saat itu pria kelahiran 22 Oktober 1949 menonton final FA Cup tahun 1963 antara Manchester United kontra Leicester.
"Ketika itu saya masih remaja di Prancis. Saya menonton lewat televisi dan saya merasakan bahwa final Piala FA merupakan hari yang fantastis. Di Prancis, tidak ada hal seperti ini. Selanjutnya saya tidak pernah ketinggalan untuk menonton pertandingan Piala FA. Sejak itu, Piala FA menjadi sesuatu yang spesial bagi saya," tandas Wenger dilansir dari Daily Star.
Seiring berjalannya waktu, Wenger tidak lagi menjadi penonton Piala FA, namun juga menjadi pelaku. Sejak menangani Arsenal pada tahun 1996, Wenger sudah membawa tim Gudang Peluru lima kali masuk final FA Cup, empat di antaranya menjadi juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu perasaan cinta tidak membuat Sang Profesor gelap mata. Ini terjadi usai keputusannya yang akan melakukan rotasi pemain ketika menghadapi West Ham di babak ketiga, malam nanti.
"Ya saya akan melakukan rotasi. Beberapa pemain kami sudah tampil di laga sebelumnya (melawan Portsmouth) dan kami berusaha untuk tidak mengambil risiko terlalu besar bagi para pemain dan melindungi satu-dua dari mereka," ujar Wenger dilansir dari Soccernet.
Meski bakal tampil dengan lapis kedua, namun itu bukan berarti arsitek asal Prancis itu tidak serius dalam memburu "cinta"-nya. "Kami akan turun dengan tim yang sama kuatnya dengan yang saya tampilkan saat menghadapi Portsmouth," serunya.
(nar/nar)











































