"Kami memiliki beberapa target, Premier League dan Liga Champions adalah dua yang terbesar. Tetapi, kami juga tak melupakan Piala FA," ujar Sir Aex Ferguson sehari sebelum laga melawan Leeds. Artinya piala FA juga menjadi salah satu prioritas 'Setan Merah', meski bukan yang utama.
Tetapi pada akhirnya The Whites mengubur niat MU untuk menjadi kampiun di kompetisi tertua di tanah Inggris itu. Baru berlaga di babak ketiga, The Red Devils dibungkam Leeds 0-1 di hadapan pendukung mereka sendiri di Stadion old Trafford.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setahun setelah menundukkan Millwall, MU memang kembali tampil di final, tetapi mereka kandas. Bertanding sampai babak adu penalti, MU takluk di tangan Arsenal dengan skor 4-5.
Prestasi mereka di tahun 2006 kembali menurun. Berhadapan dengan Liverpool di babak kelima mereka takluk dengan skor 0-1. Kala itu Peter Crouch-lah yang menjadi mimpi buruk juara 18 kali Liga inggris ini.
Tahun 2007, MU kembali tampil di partai final, tetapi kembali takluk. Kali ini gol Didier Drogba di menit 116 membuat mereka harus merelakan trofi juara ke tangan Chelsea.
Tak ada yang istimewa pula di dua musim ebrikutnya. Di 2008, MU takluk di babak keenam oleh Portsmouth--yang kemudian menjadi juara. Sementara musim lalu, mereka dikandaskan Everton 2-4 lewat drama adu pelati pada babak semifinal.
Alhasil, Piala FA bisa dibilang memang belum jodohnya MU sampai saat ini. (roz/krs)










































