Dua musim pertama berbaju The Reds dijalani Babel dengan tidak mengesankan, di mana ia lebih banyak duduk di bangku cadangan. Sejak hijrah dari Ajax Amsterdam, pemain 22 tahun itu memang bermasalah dengan gaya Liga Inggris.
Nasib Babel pun tak banyak berubah di musim ini yang sempat membuatnya menuduh Liverpool membohonginya soal janji di tim inti. Dia baru dimainkan sebanyak tiga kali sebagai starter di ajang Liga Inggris dan mampu mengoptimalkannya dengan mengemas dua gol satu assist.
Itu kemudian membuat Babel santer dikabarkan dan sempat mengancam akan hengkang dari Liverpool jika tidak juga mendapat tempat utama. Apalagi dia di satu sisi juga memerlukan jam terbang guna meraih tempat di timnas Belanda di Piala Dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak hanya berpikir tentang Piala Dunia saja. Kami lebih memikirkan tentang Babel selama 10 tahun ke depan, dan itu mengapa kami harus memutuskannya dengan sangat hati-hati," ujar Haatrecht di Mirror Football.
Babel saat ini tengah didekati sejumlah klub, di antaranya Birmingham yang berada di pole position. Meski ada kemungkinan bergabung dengan Blues, Haatercht mengatakan bahwa kliennya sebenarnya masih enggan untuk keluar dari Merseyside.
"Kami tahu bahwa Liverpool telah menerima tawaran dari Birmingham, tapi kami juga harus melihat tentang skuad tim itu dan bagaimana prospeknya. Tawarannya memang belum ditolak, namun saya dapat mengatakan bahwa Ryan lebih senang berada di Liverpool."
(fjp/roz)










































