Masalah ini berawal dari surat elektronik yang dikirimkan oleh Stephen Horner dari kelompok suporter yang bernama Spirit of Shankly. Ia menilai anggaran belanja pemain untuk bursa transfer musim dingin kali ini masih kurang, meski sejumlah pemain The Reds sudah dilepas.
Bukan penjelasan yang didapat Horner, namun justru kata-kata kasar. Seperti diberitakan Guardian, Hicks Jr. membalas dengan mencantumkan kata-kata seperti "idiot, pergilah ke neraka, saya capek menghadapimu," serta sejumlah kalimat-kalimat tak pantas lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap Tom mengakui kesalahannya, tak hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai salah satu pihak pengelola klub ini. Kami juga berharap dia untuk melakukan hal yang selayaknya dilakukan oleh orang terhormat dan mengundurkan diri," demikian pernyataan kelompok tersebut seperti disampaikan juru bicaranya, James McKenna.
"Bagi seseorang dewan direksi klub, apalagi anak dari salah satu pemilik, cara dia dalam menanggapi perhatian suporter yang tulus, sungguh tidak bisa diterima."
"Banyak suporter yang berang dan prihatin dengan bagaimana manajemen klub ini dijalankan. Ketika keprihatinan ini semakin memuncak dan ditanggapi dengan cara seperti itu, maka ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan pemilik tak sejalan dengan apa yang diinginkan suporter."
"Tom Hicks Jr. harus mengundurkan diri karena posisinya sebagai direktur tidak dapat dipertahankan lagi."
Apa yang tengah terjadi ini merupakan hal yang tidak bagus bagi Liverpool, di tengah perjuangan Steven Gerrard dkk. untuk kembali ke papan atas.
(nar/krs)










































