Hal tersebut dilontarkan oleh Direktur Komersial Liverpool Ian Ayre yang juga mengakui bahwa pihaknya sudah berbicara dengan sejumlah perusahaan yang tertarik dengan rencana tersebut.
Menjual hak penamaan stadion ini sendiri memang terbilang menggiurkan karena perjanjian ini bisa berbuah pendapatan mencapai 100 juta poundsterling, sebagaimana yang terjadi dengan Arsenal usai nama stadionnya berubah menjadi 'The Emirates'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah sebuah area di mana beberapa pesaing kami sudah menyabetnya, misalnya Arsenal, dan ini adalah kans buat kami untuk maju ke depan. Tapi yang terpenting adalah menemukan rekan yang tepat, yang menawarkan budaya yang tepat dan cocok," urai dia.
Stadion Stanley Park sendiri rencananya baru akan mulai dibangun pada bulan April depan. Untuk namanya sendiri, nama Carlsberg Anfield sempat tercetus sebagaimana dicatat Wikipedia.
Secara finansial penjualan hak penamaan ini jelas akan berdampak positif buat pundi-pundi uang Liverpool. Namun, 'Si Merah' juga harus siap dengan penolakan sejumlah fans yang tidak sreg dengan rencana ini.
"Seluruh ide meninggalkan Anfield dan merobohkannya adalah aksi menghancurkan diri sendiri terbesar yang pernah dipertimbangkan klub," sergah Graham Agg selaku sekretaris perkumpulan resmi suporter Liverpool dari Jerman.
Β
"Anda bisa bayangkan Nou Camp atau Bernabeu dibuldoser Barcelona atau Real Madrid, atau Inter Milan meninggalkan San Siro? Anda bicara tentang katedral sepakbola, dan Anfield adalah salah satunya. Terlalu banyak warisan, sejarah dan tradisi untuk dibuang begitu saja. Aku tak bisa membayangkan pergi ke Stadion Budweiser untuk mendukung Liverpool dan aku pasti bukan satu-satunya yang merasa begitu," seru Agg.
(krs/key)











































