Beberapa pertandingan di Eropa khususnya di Liga Inggris beberapa waktu lalu dibatalkan gara-gara hujan salju salju yang mengguyur negara persemakmuran itu.
Akibatnya adalah jalanan di sekitar stadion menjadi licin dan tentunya membahayakan bagi penonton. Dan tak jarang, lapangan di stadion pun ikut tertutup salju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telepon berbunyi ketika aku sedang tertidur di jotel. Aku diberitahu kalau aku harus pergi ke Emirates hanya untuk mengambil mobilku dari stadion," urai Arshavin.
"Jujur itu mengagetkanku. Di Rusia kami terkadang bermain dalam kondisi cuaca lebih ekstrim dari sekarang, tapi pertandingan tidak pernah dibatalkan tuh. Tak bisa kupikirkan kenapa pertandingan di Inggris harus dibatalkan," sindirnya dalam perbincangan dengan Dailymail.
Bahkanm diceritakan oleh Arshavin, kalau ada tetangganya yang sangat begitu 'heboh' menyikapi cuaca dingin yang ekstrim di Inggris saat ini. Dan ia pun mengeluhkan kalau toko-toko di Inggris tak ada yang menjual ban mobil khusus salju untuk memudahkan para pengguna kendaraan beraktifitas.
"Tampaknya orang-orang Inggris jarang melihat hujan salju di sini, di mana hal itu menjadi problem besar untuk mereka. Ini lah yang selalu mereka bicarakan. Mereka kesulitan untuk mengemudi, karena di pulau ini tak ada yang menjual ban salju," urainya.
"Setiap jam televisi di sini selalu memberikan soal besarnya hujan salju dan kondisi jalan secara spesial. Dan menurutku, aku lebih suka melihat hujan salju di malam hari karena pagi harinya sudah pasti tidak akan ada kemacet," tukas pesepakbola 28 tahun itu.
Dinilainya kalau apa yang dilakukan orang Inggris ditiru oleh negaranya, sudah dipastikan Rusia akan 'mati suri'.
"Aku bilang kepada orang-orang Inggris kalau hal ini terjadi di Rusia dan kami bereaksi sama. Kehidupan di Rusia akan lumpuh selama enam bulan," demikian Arshavin.
(mrp/krs)











































