Kisah antara Tevez dan MU berakhir musim panas tahun lalu. The Red Devils menilai harga yang diminta untuk mempermanenkan Tevez kelewat mahal, sementara sang pemain menganggap pihak klub tak bersungguh-sungguh untuk mempertahankannya.
Alhasil pindahlah pemain asal Argentina itu ke klub lain. Ia menyebrang ke rival sekota MU, Manchester City. Bukan perkara mudah karena dalam pertemuan perdana dengan MU di Old Trafford September silam, ada sekelompok suporter yang mencapnya pengkhianat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya sekali, tapi dua kali Tevez membuat Edwin Van der Sar memungut bola dari jalanya. Alhasil muncul pertanyaan, menyesalkah MU membuang Tevez? "Tak ada penyesalan," kata Giggs kepada ESPN Star.
"Carlos adalah pemain hebat dan dia adalah eksekutor penalti handal. Jika dia mendapatkan kesempatan, dia akan mencetak gol," lanjut gelandang veteran berusia 35 tahun itu.
Giggs juga tak menyesali kepindahan Tevez ke rival sekota klubnya. Ia menghormati keputusan tersebut seraya menyiratkan statemen bahwa MU belum habis meski ditinggal Tevez.
"Kami tahu siapa itu Carlos, tetapi ia kemudian memilih City. Itulah akhirnya. Kami masih memiliki pemain-pemain berkualitas di klub ini dan kami telah menunjukkannya."
(roz/key)











































