Akhir musim lalu, Tevez sempat bersitegang dengan MU soal masalah kontrak. Tidak terjadi kesepakatan, pemain asal Argentina itu selanjutnya menyeberang ke klub tetangga Manchester City.
Baru-baru ini Tevez kembali terlibat "perang" dengan klub lamanya. Selebrasi golnya ke gawang MU di leg pertama semifinal Piala Carling dinilai mencibir sang mantan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perkembangan selanjutnya, Tevez mengatakan bahwa selebrasi itu merupakan luapan emosinya akibat dirinya merasa tidak dihargai oleh kubu Old Trafford.
Apa pun alasan Tevez, bisa pemain yang pernah menjadi idola suporter MU di tahun 2007 hingga 2009 itu, kini menjadi musuh utama.
Meski begitu tidak semua kubu Setan Merah membenci Tevez. Bek MU Patrice Evra masih mengenang masa-masa di mana Carlitos masih satu tim dengannya.
"Melihat Carlos dalam seragam City, saya merasa sakit," tukas Evra seperti dilansir dari Mirror Football.
"Hal itu juga tak mudah bagi Carlos, sebab dia mencintai MU. Ada MU di hati Carlos," lanjutnya.
Meski begitu Evra sadar bahwa Tevez sudah pergi dari Old Trafford. "Ia memiliki semangat dan mental yang bagus. Ia bermain baik dan mencetak banyak gol. Dia adalah seorang pemenang," tambah pemain asal Prancis itu.
"Di MU dia bermain baik. Kini dia menunjukkan hal yang sama di City," pungkas pemain berposisi bek kiri itu.
Foto: Carlos Tevez (ketika masih berseragam Manchester United) dan Patrice Evra, Liga Champions, 7 April 2009 (Reuters)
(nar/arp)











































